Jasindo Tanggung Kebakaran, Rugi Indah Kiat US$ 31 Juta

Jasindo Tanggung Kebakaran, Rugi Indah Kiat US$ 31 Juta

- detikFinance
Rabu, 28 Des 2005 17:15 WIB
Jakarta - Kebakaran yang melanda pabrik kertas milik PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) mencatat kerugian hingga US$ 31 juta. Risiko kebakaran ini akan ditanggung oleh empat asuransi yang dipimpin oleh Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).Penjelasan ini dilakukan manajemen INKP, sekaligus untuk membantah kabar bahwa perusahaan asuransi yang menanggung kebakaran di pabriknya adalah perusahan Asurasi Sinar Mas yang merupakan grup usaha INKP."Nilai kerugian masih dihitung oleh pihak asuransi yang diperkirakan mencapai US$ 31 juta, kerugiannya akan ditutup empat perusahaan asuransi yang dipimpin Jasindo dengan broker asuransi AON Singapore dan losse adjuster PT McLarens Indonesia," kata Wakil Komisaris Utama INKP, Gandi Sulistiyanto dalam jumpa pers di Plaza BII, Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (28/12/2005). Nilai kerugian US$ 31 juta terdiri dari persediaan sebesar US$ 25 juta, bangunan gudang US$ 5 juta dan lain-lain seperti furniture US$ 1 juta.Sedangkan nilai pertanggungan asuransi total untuk pabrik adalah US$ 4,8 miliar plus Rp 14,6 miliar serta US$ 600 juta per kejadian. Untuk stok nilai pertanggungan asuransi US$ 360 juta. Kebakaran tersebut, menurut Gandi, menghanguskan beberapa blok gudang barang jadi yang berisi 32.500 ton kertas photo copy."Hingga saat ini dari hasil penyidikan penyebabnya adalah arus pendek, belum ada indikasi sabotase," ujar Gandi.Menurut Gandi, kebakaran tersebut juga tidak mengakibatkan dampak signifikan bagi produksi pulp dan kertas di pabrik INKP yang berlokasi di Perawang Riau. Gandi juga menjelaskan, sampai saat ini belum ada keluhan dari pelanggan akibat kekurangan stok. "Tidak ada masalah dalam stok, dalam waktu dekat kita bisa kejar produksi karena ini lagi low seasson jadi permintaanya tidak begitu banyak," ujar Gandi.Ditegaskan Gandi, kebakaran tersebut juga tidak akan mempengaruhi pembayaran utang dan bunga sesuai Master Restruction Agreement (MRA) termasuk pemegang obligasi rupiah. Total utang grup Asian Pulp and Paper (APP) yang merupakan holding dari INKP mencapai US$ 3,2 miliar termasuk obligasi mata uang lokal Rp 1 triliun.Utang obligasi rupiah yang sudah dibayarkan US$ 38,2 juta. Sedangkan bunga yang sudah dibayar adalah US$ 84,5 juta kemudian US$ 16,2 juta dan US$ 19 juta untuk tunggakan bunganya.Untuk tahun depan, INKP menargetkan pertumbuhan produksi 3-5 persen dan penjualan naik 2-5 persen dibanding tahun ini. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads