Tutup Tahun 2005, Kinerja IHSG Terbaik di Asean

Tutup Tahun 2005, Kinerja IHSG Terbaik di Asean

- detikFinance
Kamis, 29 Des 2005 17:05 WIB
Jakarta - Meski ditutup minus, perdagangan saham terakhir di Bursa Efek Jakarta (BEJ) berlangsung meriah. Bunyi terompet tahun baru mengiringi penutupan perjalanan bursa sepanjang 2005 yang mencatat kenaikan tertinggi di ASEAN.Perdagangan saham akhir tahun secara resmi ditutup oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) Darmin Nasution di BEJ, Kamis (29/12/2005).Suasana meriah terlihat di lantai bursa yang semarak dengan balon warna-warni dan tiupan terompet tahun baru. Ketika jam menujukkan pukul 16.00 waktu Jakarta Automatic Trading System, kontan para pialang di lantai bursa bersorak.Suara terompet, pecahan balon dan robekan kertas di udara seperti mewakili kebebasan pialang yang melepas kepenatan bekerja selama setahun.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Kamis (29/12/2005) turun 1,508 poin pada level 1.162,635. Keajaiban window dressing yang diharapkan pelaku pasar tidak lagi terjadi. Indeks justru melemah tipis yang dimotori oleh anjloknya saham Astra Internasional. Indeks LQ-45 turun 0,889 poin pada level 254,348, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,897 poin pada level 199,749, Main Board Index (MBX) turun 0,813 poin pada level 319,583 dan Development Board Index (DBX) naik 1,411 poin pada level 226,771.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 12.358 kali dengan volume 1.197.487 lot saham, senilai Rp 548,989 miliar. Sebanyak 70 saham naik, 65 saham turun dan 227 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 200 menjadi Rp 10.200, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 100 menjadi Rp 4.900, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 100 menjadi Rp 3.375, Indosat (ISAT) turun Rp 50 menjadi Rp 5.550 dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 25 menjadi Rp 3.550. Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain, Aqua Golden Mississippi (AQUA) naik Rp 10.500 menjadi Rp 63.000, Bimantara Citra (BMTR) naik Rp 325 menjadi Rp 2.625, United Tractors (UNTR) naik Rp 50 menjadi Rp 3.675, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 25 menjadi Rp 3.575 dan Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 3.400No.1 di ASEANDarmin mengatakan, di tahun ayam ini pasar saham mencatat prestasi yang cukup baik. Ini ditunjukkan dari kenaikan IHSG yang tertinggi wilayah Asean.IHSG sejak awal Januari sampai 28 Desember 2005 telah naik 16,39 persen. Melewati bursa Asean lain seperti Filipna yang naik 13,41 persen, Singapura naik 13,15 persen, Thailand naik 5,57 persen sedangkan Malaysia malah turun 1,31 persen.Sedangkan untuk di wilayah Asia, indeks saham Indonesia mencatat peringkat terbaik ketiga setelah Jepang yang naik 40,96 persen dan Korea Selatan. Untuk tahun depan, Darmin melihat, seharusnya perusahaan yang listing bertambah banyak, karena kondisi makro ekonomi belum kondusif. Sehingga kalangan dunia usaha akan lebih memilih mengeluarkan saham daripada menjual obligasi.Darmin juga berharap pelaku pasar saham dapat meningkatkan kinerjanya yang lebih baik di Tahun 2006 nanti. Selamat Tahun Baru 2006. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads