Transaksi SUN di BES Turun, Obligasi Korporasi Terfavorit
Jumat, 30 Des 2005 14:25 WIB
Jakarta - Rata-rata transaksi Bursa Efek Surabaya (BES) tahun ini mengalami penurunan. Transaksi Surat Utang Negara (SUN) yang dilaporkan ke BES turun 4,21 persen menjadi Rp 488,52 triliun.Sementara transaksi SUN tahun 2004 sebesar Rp 509,98 triliun. Frekuensi transaksi SUN juga turun 13,8 persen menjadi 23.093 kali tahun ini."Walaupun transaksi yang dilaporkan dan frekuensi transaksi SUN turun tapi rata-rata transaksi harian BES naik dari Rp 2,06 triliun menjadi 2,11 triliun per hari," kata Direktur Utama BES Bastian Purnama dalam laporan akhir tahun BES.Sebelumnya, Bastian mengatakan walaupun kapitalisasi pasar SUN sangat besar namun transaksi yang dilaporkan ke BES sangat kecil. Dari total transaksi SUN, hanya sekitar 20-30 persennya yang dilaporkan ke BES. "Yang lapor ke kita hanya 20-30 persen, jadi susah juga bilang tercapai atau tidak targetnya transaksi obligasi BES," ujar Bastian.Selain SUN, pasar saham dan derivatif BES juga ikut turun. Total nilai transaksi saham dan nilai transaksi harian mengalami penurunan sampai 39,01 persen masing-masing menjadi Rp 4,98 triliun dan Rp 20,68 miliar per hari. Sedangkan aktivitas perdagangan derivatif turun sekitar 30 persen dengan total volume 13.044 kontrak dan total nilai perdagangan hanya 1,652 triliun.Sementara itu, perdagangan obligasi korporasi justru tumbuh cukup signifikan. Perdagangan obligasi yang dilaporkan ke BES mencapai Rp 23,76 triliun atau naik 44,86 persen dibanding tahun lalu. Demikian pula dengan nilai transaksi harian obligasi korporasi yang naik 30 persen, dari Rp 72 miliar menjadi Rp 94,2 miliar per hari. Saat ini terdapat 49 seri SUN dengan nilai nominal mencapai Rp 399,85 triliun yang tercatat dan dapat diperdagangkan di BES. Sementara untuk obligasi korporasi, tercatat 105 emiten dengan 255 seri obligasi dalam denominasi rupiah sebesar Rp 57,76 triliun dan denominasi Dolar Amerika mencapai US$ 105 juta. Serta 204 emiten saham dengan saham tercatat sebanyak 531,817 miliar lembar.Tahun depan BES hanya menargetkan nilai transaksi obligasi, saham dan derivatif hanya naik 10 persen dibanding tahun ini. "10 persen itu moderat lah, tidak pesimis," ujar Bastian.
(ard/)











































