BEJ Diharapkan Jadi Gambaran Perekonomian RI

BEJ Diharapkan Jadi Gambaran Perekonomian RI

- detikFinance
Senin, 02 Jan 2006 10:35 WIB
Jakarta - Pergerakan saham di lantai bursa selama ini masih belum menggambarkan perekonomian Indonesia. Namun mulai tahun 2006 ini, pemerintah berharap pergerakan di lantai bursa bisa menjadi gambaran perekonomian Indonesia. "Pemerintah mengharapkan ekonomi Indonesia ke depan bisa digambarkan dari gerak BEJ," ujar Wapres Jusuf Kalla.Pernyataan tersebut merupakan pidato Wapres saat membuka perdagangan awal tahun 2006 di Gedung Bursa Efek Jakarta, Jalan Sudirman, Senin (2/1/2006).Hadir dalam kesempatan tersebut Menko Perekonomian Boediono, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Ketua Bapepam Darmin Nasution, dan Dirjen Pajak Hadi Purnomo."BEJ itu dengan Pasar Senen, Pasar Kliwon, Pasar Hilir Palembang sebenarnya sama saja. Tapi BEJ harus menggambarkan ekonomi nasional," kata Wapres yang juga mengharapkan profesionalisme pelaku pasar modal.Menurut Wapres, masyarakat saat ini sudah menggambarkan ekonomi berdasarkan angka-angka yang tercatat di lantai bursa. "Walaupun tidak seperti negara-negara lain, ekonomi tidak seperti yang digambarkan angka-angka," ujarnya.Pemerintah berjanji akan menjaga industri di pasar modal sebagaimana industri lainnya. "Pemerintah menginginkan pasar modal sebagai bagian dari ekonomi secara keseluruhan," katanya.Dirut BEJ Erry Firmansyah sebelumnya mengakui, pergerakan di lantai bursa saat ini belum mencerminkan pertumbuhan ekonomi Indonesia."Karena kita baru 335 perusahaan yang tidak mewakili ribuan perusahaan di Indonesia, tapi benchmark bagaimana kepercayaan investor terhadap negara kita," ujar Erry dalam wawancara khusus dengan detikcom beberapa waktu lalu. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads