Ada Apa dengan Saham LUCK yang Bikin Klien Jouska Rugi Puluhan Juta?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2020 13:23 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Perencana keuangan Jouska Indonesia tengah viral di dunia maya. Banyak kliennya yang teriak gara-gara merasa dirugikan oleh Jouska.

Dimulai dari satu klien Jouska yang berkicau di Twitter menuding Jouska membuatnya rugi dalam berinvestasi. Ternyata klien tersebut mendapat pesan dari para pengguna Twitter lain yang sama-sama dirugikan oleh Jouska.

Kebanyakan dari keluhan para nasabah itu sama, Jouska Indonesia memiliki akses untuk mengelola portofolio investasi saham para kliennya. Padahal Jouska Indonesia adalah perencana keuangan yang berlaku hanya memberikan perencanaan keuangan kliennya dan diharamkan mengelola langsung dana kliennya.

Anehnya, rata-rata para klien Jouska mengeluhkan hal yang sama. Dana investasinya dibelikan saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK). Pembelian juga dilakukan saat LUCK pertama kali mencatatkan sahamnya atau IPO pada akhir 2018.

Padahal saham IPO sangat berisiko lantaran belum diketahui kinerja fundamental perusahaannya. Dari catatan detikcom, saham LUCK melantai perdana di BEI dengan harga Rp 286 per lembar, dan berhasil menggalang Rp 44 miliar.

Pada hari pertama melantai di bursa, saham LUCK melesat 49,65% dan langsung kena Auto Reject Atas. Selama 4 hari ke depan, saham LUCK lompat 272% ke angka Rp 760/unit.

Saham LUCK menyentuh titik tertingginya pada 26 Juli 2019 di angka Rp 2.050/unit dengan kenaikan 716% dari posisi IPO. Namun pada perdagangan hari ini, Rabu (22/7/2020), nilai saham LUCK menyusut drastis tinggal Rp 312 per lembar saham.

Menariknya lagi, rata-rata nasabah yang mengeluh itu mengaku sudah meminta Jouska untuk menjual saham itu. Namun permintaan itu tidak dilakukan dan akhirnya mereka mengalami kerugian. Ada yang portofolio investasinya turun Rp 30 juta, Rp 50 juta hingga mencapai Rp 100 juta.



Simak Video "Kemenkominfo Soal Pemblokiran Website Jouska"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ang)