January Effect Angkat Indeks Saham 12,9 Poin
Selasa, 03 Jan 2006 16:50 WIB
Jakarta - Transaksi saham di hari kedua tahun ini berlangsung meriah. Pelaku pasar memanfaatkan momentum January Effect, yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 12,981 poin pada level 1.184,690.Akumulasi pembelian saham dilakukan oleh investor lokal yang memburu saham-saham blue chip plat merah."Investor lokal memanfaatkan kondisi January Effect, situasi ini menarik investor lainnya untuk terus membeli, sehingga ritme pasar saham kembali ramai," kata David Ferdinandus, Direktur PT Anugrah Sekurindo Indah, Selasa (3/1/2006).January Effect adalah istilah untuk menggambarkan transaksi yang terjadi setiap bulan Januari, yang menunjukkan tingkat pembelian yang tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya.Pola January Effect terjadi karena pada pertengahan Desember para fund manager sudah mulai libur Natal dan Tahun Baru. Sehingga mereka baru masuk lagi pada bulan Januari dengan melakukan pembelian besar-besaran yang membuat harga saham naik.Indeks LQ-45 naik 3,107 poin pada level 259,969, Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,218 poin pada level 203,716, Main Board Index (MBX) naik 3,894 poin pada level 326,508 dan Development Board Index (DBX) naik 1,197 poin pada level 227,525.Perdagangan di seluruh pasar berlangsung ramai dengan transaksi yang terjadi sebanyak 17.666 kali, dengan volume 1,078 miliar unit saham, senilai Rp 1 triliun. Dari jumlah saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 95 saham naik, 30 saham turun dan 62 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 175 menjadi Rp 3.175, Astra Internasional (ASII) naik Rp 100 menjadi Rp 10.200, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 75 menjadi Rp 3.475, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 6.150, dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 40 menjadi Rp 1.710.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 75 menjadi Rp 3.525, Indosat (ISAT) turun Rp 50 menjadi Rp 5.700, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 50 menjadi Rp 3.550, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) turun Rp 25 menjadi Rp 3.100, dan Semen Cibinong (SMCB) turun Rp 10 menjadi Rp 490.David memperkirakan, IHSG masih akan menguat pada perdagangan saham Rabu besok (4/1/2006), karena pelaku pasar masih akan berupaya menarik harga saham-saham unggulan dan lapis kedua.
(ir/)











































