Garuda Indonesia Rugi Rp 10 T di Semester I-2020

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 01 Agu 2020 13:50 WIB
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) datangkan pesawat Boeing 777-300ER untuk melayani penerbangan haji mulai Agustus 2015. Hari ini maskapai pelat merah itu menerima B777-300ER ketujuhnya di Hanggar 2 Garuda Maintenance Facilities (GMF), kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Rachman Haryanto/detikcom.
Garuda Indonesia/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membukukan penurunan kinerja keuangan pada semester I tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, maskapai pelat merah ini mengalami kerugian sebesar US$ 712,73 juta atau setara Rp 10,34 triliun (kurs Rp 14.500).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengakui hal tersebut. Meski begitu, pihaknya berjanji bakal berupaya semaksimal mungkin agar dapat membalikkan keadaan.

"Kita terus akan memaksimalkan upaya," ujar Irfan kepada detikcom, Senin (1/8/2020).

Mengutip laporan keuangan emiten berkode GIAA unaudited, jumlah pendapatan perseroan di semester I-2020 ini tercatat turun menjadi US$ 917,28 juta dari pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 2,19 miliar.

Pendapatan itu berasal dari pendapatan penerbangan berjadwal sebesar US$ 750,25 juta, turun dari pendapatan sebelumnya yang sebesar US$ 1,85 miliar. Selain itu, didapat juga dari penerbangan tidak berjadwal senilai US$ 21,5 juta. Namun, untuk pendapatan satu ini mengalami kenaikan dari pendapatan sebelumnya sebesar US$ 4,3 juta.

Namun, di saat yang sama jumlah beban usaha turun dari posisi 2019 sebesar US$ 2,10 miliar menjadi US$ 1,65 miliar. Beban paling besar masih berasal dari beban operasional penerbangan sebesar US$ 945,5 juta dan beban pemeliharaan dan perbaikan pesawat sebesar US$ 224,4 juta.

Demikian pula dengan jumlah aset perusahaan, hingga akhir Juni 2020 sebesar US$ 10,28 miliar. Angka itu naik dari posisi akhir 2019 sebesar US$ 4,45 miliar.

Sementara jumlah liabilitas pada akhir Juni 2020 sebesar Rp 10,37 miliar. Angka itu juga naik dari posisi akhir 2019 sebesar US$ 3,74 miliar.



Simak Video "Melihat Penampakan Pesawat Garuda Indonesia Kenakan Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)