Pengelola Starbucks Indonesia Rugi Rp 455 Miliar Gara-gara Corona

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 04 Agu 2020 17:19 WIB
Logo Starbucks
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) telah mengumumkan laporan keuangannya di semester I-2020. Hasilnya perusahaan terpaksa menelan pil pahit kerugian yang disebabkan pandemi COVID-19.

Pada semester I perusahaan telah terdampak signifikan oleh penutupan sementara pusat-pusat perbelanjaan dan menurunnya permintaan pelanggan diakibatkan oleh pandemi COVID-19.

Pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan penutupan sementara pusat-pusat perbelanjaan sejak awal April, yang lebih berdampak pada kinerja keuangan kuartal II-2020 MAP.

Pada semester I-2020, perusahaan membukukan pendapatan bersih Rp 6,79 triliun. Angka itu turun drastis dari pencapaian di periode yang sama tahun lalu Rp 10 triliun.

Margin laba kotor semester I turun dari 49,3% menjadi 42,6%, sementara rugi usaha tercatat Rp 330,9 miliar, dan EBITDA Rp 893,9 miliar menurun 35,5% dibandingkan Rp 1,39 triliun pada semester pertama 2019.

Hasilnya MAP menderita rugi bersih mencapai Rp 455,8 miliar. Torehan itu berbanding terbalik dengan capaian di semester I-2019 yang berhasil mencatatkan laba Rp 499 miliar. Namun catatkan rugi bersih itu setelah penerapan PSAK 73. Jika dihitung sebelumnya rugi bersih MAP Rp 375,4 miliar.

Untuk periode kuartal II-2020 saja, perusahaan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 2,08 triliun, menurun dari Rp 5,34 triliun dibandingkan kuartal II-2019.

Seiring dengan upaya MAP untuk meningkatkan penjualan dan mengurangi tingkat aging stocks, margin laba kotor terkena dampak dari yang sebelumnya 51,4% pada kuartal II-2019 menjadi 35,7%. Sementara rugi usaha tercatat sebesar Rp492,3 miliar, dengan EBITDA Rp114,4 miliar dan rugi bersih Rp483,1 miliar.

"Perusahaan telah mengambil langkah tanggap untuk memperkuat bisnis dengan mengerahkan seluruh kemampuan omni-channel merek-merek kami. Digitalisasi telah mempercepat dan terus menjadi pusat untuk semua keputusan investasi di masa yang akan datang. Perusahaan secara aktif tengah melakukan reorganisasi untuk mengurangi beban usaha secara substansial, termasuk remunerasi dan beban sewa, serta membatasi capital expenditures," kata VP Investor Relations & Corporate Communications MAP Group Ratih D. Gianda dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2020).

Meski begitu perusahaan mengakui bisnis e-commerce MAP menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Di tengah kondisi pandemi, perusahaan telah memaksimalkan kanal-kanal distribusi digital perusahaan, termasuk program Chat & Buy (pelanggan dapat belanja melalui WhatsApp), di samping platform e-commerce milik MAP, kerjasama dengan marketplace, dan perusahaan layan antar online.

Hal ini telah menyebabkan peningkatan penjualan online dan jumlah pelanggan, terbukti dari total penjualan eCommerce semester pertama 2020 yang meningkat hampir 400%, sementara di kuartal II-2020 meningkat lebih dari 600% YoY.

MAP sendiri mengoperasikan lebih dari 2.300 gerai ritel di 81 kota di Indonesia. Mulai dari department stores seperti Sogo, Seibu, Galeries Lafayette, dan The FoodHall, lalu ada fesyen dan lifestyle seperti Zara, Marks & Spencer, Topman, Topshop. Perusahaan ini juga memegang hak jaringan restoran seperti Pizza Marzano, Starbucks, Krispy Kreme dan masih banyak lagi.



Simak Video "Kini Beli Produk Apple Bisa Lebih Murah Pakai Voucher MAP"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)