IHSG Diprediksi Menguat Terbatas

Artha Securitas - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2020 09:04 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG diprediksi menguat terbatas. Candlestick membentuk doji dan stochastic bergerak di area overbought mengindikasikan penguatan terbatas dan hanya bersifat sementara. Pergerakan akan didorong oleh optimisme dari penguatan bursa regional dan turunnya harga emas.

Amerika Serikat ditutup Bercampur. Dow Jones ditutup 27,791.44 (+1.30%), NASDAQ ditutup 10,968.36 (-0.39%), S&P 500 ditutup 3,360.47 (+0.27%). Bursa saham US ditutup cenderung menguat tanpa alasan yang kuat.

Investor masih cukup berhati-hati terhadap ketidakpastian yang diakibatkan oleh pandemi, berikut juga dengan stimulus untuk menolong warga negara US. Hingga saat ini, senat masih menargetkan untuk menyelesaikan kebijakan hingga akhir minggu.

Presiden Trump telah mengambil langkah untuk membantu senat seperti salah satunya menurunkan pajak pendapatan pekerja. Bursa saham Asia dibuka menguat, namun investor masih was-was dengan kondisi kasus covid 19 yang terus meningkat dan tensi antara US-China yang makin meningkat setelah WeChat tidak boleh beroperasi di US.

Kemarin, IHSG ditutup menguat. IHSG ditutup di level 5,157.83 (+0.27%), penguatan didorong oleh sektor Basic-Ind (+1.35%) dan Agri (+1.24%). IHSG ditutup menguat meskipun cukup terbatas diakibatkan masih minimnya sentiment. Investor masih memantau negosiasi terkait paket stimulus untuk membantu pemulihan ekonomi di Amerika Serikat.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)