Stock Split, Saham Tesla Diburu Investor Kecil

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 12 Agu 2020 09:13 WIB
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru.
Foto: AP Photo/Ben Margot
Jakarta -

Produsen mobil listrik milik orang terkaya dunia Elon Musk, Tesla mengumumkan pemecahan saham atau stock split 5:1 pada Selasa malam. Pemecahan saham mulai berlaku pada 31 Agustus.

Mengutip CNBC, Rabu (12/8/2020), saham Tesla naik lebih dari 6% dalam perdagangan pasca penutupan namun pemecahan saham tidak memberikan dampak.

Secara teoritis, pemecahan saham Tesla akan membuat lebih banyak investor kecil yang mampu membeli saham tersebut. Investor tersebut sangat kecil dibandingkan dengan institusi besar.

Terlebih lagi, kebanyakan pialang atau broker saham menawarkan perdagangan saham sehingga memungkinkan investor kecil untuk membeli saham lebih mahal.

Sebagai informasi, saham Tesla meningkat lebih dari tiga kali lipat sepanjang tahun ini, dan naik 228,54% year-to-date. Sentimen terbaru yang mempengaruhi pergerakan saham Tesla adalah laporan keuangan kuartalan perusahaan yang memenuhi syarat untuk bergabung ke dalam indeks S&P 500. Tesla saat ini 23,43% di bawah level tertinggi sepanjang masa di US$ 1.794,99, yang dicapai pada Juli. 13.

Selain Tesla, Apple juga mengumumkan pemecahan saham terbaru pada 30 Juli.



Simak Video "Saham Tesla Melejit, Elon Musk Jadi Orang Terkaya Keempat Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)