Tertarik Beli Saham Google? Ketahui Dulu Cara Beli Saham hingga Risikonya

Lusiana Mustinda - detikFinance
Minggu, 23 Agu 2020 19:46 WIB
Di tengah pandemi, Bank BTN terus mencatatkan kinerja positif Per Juni 2020. Saham emiten bersandi BBTN pun ikut terkerek naik.
Saham Google. Foto: dok. BTN
Jakarta -

Saham Induk Google bernama Alphabet Inc pada perdagangan akhir pekan ini menurun saat Indeks Nasdaq menyentuh rekor tertinggi.

Menurut CNBC Indonesia, harga saham Alphabet drop tipis 0,06% ke level US$ 1.576,19/unit. Harga saham berkode GOOG ini sebenarnya menunjukkan peforma yang menggembirkan di tengah pandemi covid-19, dimana secara year to date naik 17,68%.

Membeli saham menjadi salah satu investasi yang cukup populer selain membeli emas hingga rumah. Google menjadi salah satu perusahaan IT terbesar di dunia. Selain Google, saham teknologi terbesar lainnya yang bisa kamu lirik adalah Apple, Facebook atau Microsoft.

Bagi kamu yang tertarik membeli saham Google, sebaiknya ketahui dulu bagaimana cara membeli saham teknologi hingga apa saja risiko-risiko yang mungkin kamu akan hadapi.

Mengenal FAANG

FAANG terdiri dari lima perusahaan yaitu Facebook, Apple, Amazon, Netflix dan Google). Kelima perusahaan ini terdaftar dalam saham Nasdaq (National Association of Securities Dealers Automated Quotations).

Cara membeli saham Google atau saham teknologi FAANG

Cara membeli saham teknologi lokal ataupun asing sebenarnya sama saja. Perbedaannya adalah di pendaftaran sekuritas asing yang memiliki link ke bursa saham internasional seperti Amerika Serikat, Singapura dan sebagian negara Eropa untuk saham asing.

Harga saham Google dalam rupiah hari ini (23/08/2020) adalah 1.575,57 USD atau 23.262.188,15 rupiah. Jika kamu tertarik untuk membeli saham Google atau teknologi lain, kamu perlu mempertimbangkan setiap kemungkinannya baik keuntungan atau risikonya.

Berinvestasi saham Google bisa menggunakan jasa pialang atau broker saham terbaik dan terpercaya seperti eToro Broker, Interactive Broker, hingga Saxo Bank.

Apa saja risiko dari investasi saham di perusahaan teknologi

Ketika membeli saham teknologi tentu tujuan kita adalah untuk mendapatkan keuntungan. Google menjadi salah satu sektor perusahaan yang bergerak cepat di bidang teknologi. Namun dibalik keuntungannya, saham teknologi juga memiliki risiko tinggi yang bisa mengakibatkan kerugian.

Saham teknologi dengan harga yang tak murah ini benar-benar perlu dipahami pergerakan di bursa saham. Saham teknologi yang sedang naik sejalan dengan fundamental perusahaan khususnya pendapatan, dapat menurun secara drastis juga.

Sebagai contoh di awal Maret 2020 saat pendemi COVID-19, hampir seluruh negara termasuk Amerika Serikat saham Google turun hingga 23 persen dan naik secara perlahan. Kondisi ini tentu akan mengejutkan dan mengharuskan kamu mengambil setiap keputusan untuk berbagai kemungkinan yang akan terjadi.





Simak Video "Investor Ferdie Darmawan Beri Tips Hindari Jebakan Bandar Saham"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)