Membumbung 22 Poin, IHSG Kembali Ciptakan Rekor Baru

Membumbung 22 Poin, IHSG Kembali Ciptakan Rekor Baru

- detikFinance
Senin, 09 Jan 2006 16:45 WIB
Jakarta - Penguatan rupiah yang kini menyentuh level Rp 9.400-an dan january effect kembali mendorong pasar saham mencetak level tertingginya.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali mengalami rally melonjak hingga 22,805 poin pada level 1.245,054.Menurut Alfiansyah dari Sinarmas Securities, Senin (9/1/2006), kenaikan indeks banyak didukung oleh membaiknya data makro ekonomi, seperti terjadinya deflasi di bulan Desember yang cenderung menurunkan tingkat suku bunga.Pasar juga merespons positif hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang tidak menaikkan BI rate, mempertahankannya di level 12,75 persen.Selain itu, meningkatnya cadangan devisa yang berdampak pada penguatan rupiah juga memberikan sentimen positif di lantai bursa."BI rate tidak naik, sehingga ada akumulasi sentimen positif, apalagi nilai tukar rupiah juga menguat," kata Alfian.Penguatan rupiah ini, tutur Alfian, akan berdampak baik terhadap emiten yang memiliki utang valas karena beban utang semakin turun.Umumnya investor pada transaksi awal pekan ini, melakukan selective buying terhadap emiten yang memiliki fundamental bagus di tahun 2005. Pasalnya, kondisi ini akan membuat emiten membayar dividen lebih tinggi.Indeks LQ-45 naik 5,658 poin pada level 274,998, Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,636 poin pada level 213,976, Main Board Index (MBX) naik 6,356 poin pada level 344,186, dan Development Board Index (DBX) naik 4,088 poin pada level 234,840.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 27.290 kali, pada volume 4.309.889 lot saham, senilai Rp 2,106 triliun. Sebanyak 105 saham naik, 29 saham turun dan 229 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra Internasional (ASII) naik Rp 350 menjadi Rp 11.250, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 200 menjadi Rp 8.000, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 130 menjadi Rp 1.940, Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 6.150, dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 50 menjadi Rp 3.800.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 50 menjadi Rp 3.675, Asahimas Flat Glass (AMFG) turun Rp 25 menjadi Rp 3.300, Darya Varya Laboratoria (DVLA) turun Rp 20 menjadi Rp 820, Mayora Indah (MYOR) turun Rp 10 menjadi Rp 930, Jakarta International Hotel and Development (JIHD) turun Rp 10 menjadi Rp 560. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads