IHSG Berpotensi Berubah Arah
Rabu, 11 Jan 2006 09:04 WIB
Jakarta - Pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus mencetak rekor baru, dikhawatirkan akan berubah arah. Meski indikasi aksi beli masih positif, namun IHSG rawan akan profit taking.Namun jika rupiah terus menguat, bisa menjadi faktor utama positifnya indeks. Apalagi ada sinyal baik, Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan tingkat BI rate sebesar 12,75 persen.Sejumlah saham yang sudah mengalami overbought diprediksi bakal rentan akan aksi ambil untung. Sementara bursa regional pada pembukaan Rabu pagi ini (11/1/2006), seperti Nikei, STI Singapura dan Kuala Lumpur juga dibuka negatif.Pada perdagangan Senin lalu (9/1/2006), IHSG kembali mengalami rally dengan melonjak hingga 22,805 poin pada level terbarunya 1.245,054.Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas yang diterima detikcom.Bhakti SecuritiesIndeks telah mencapai nilai tertingginya dan berpotensi untuk berubah arah. Namun volume perdagangan yang melonjak tajam mengindikasikan aksi beli masih positif. Akibatnya, indeks pada perdagangan Rabu ini masih akan menguat mencoba di resistance 1.253. Sedangkan rentang indeks akan ada dikisaran 1.230 - 1.261.BNI SecuritiesPenguatan nilai tukar rupiah serta BI rate yang tidak berubah, diperkirakan masih mempengaruhi arah pergerakan IHSG. Namun demikian, perdagangan sangat rentan dengan aksi ambil untung mengingat kondisi indeks juga telah overbought. Kisaran pergerakan indeks diproyeksikan berada pada rentang 1.233-1.252.
(ir/)










































