Capital Inflow, IHSG Melejit ke Posisi Tertingginya

Capital Inflow, IHSG Melejit ke Posisi Tertingginya

- detikFinance
Rabu, 11 Jan 2006 16:38 WIB
Jakarta - Mengalirnya dana ke lantai bursa, membuat pasar saham terus rally. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level tertingginya dengan naik 16,229 poin ke posisi 1.261,283."Karena masih ada hot money yang masuk ke pasar saham, kecenderungannya mixed antara asing dan lokal," kata Edwin Sebayang analis dari Evergreen Capital, Rabu (11/1/2006).Selain itu, sentimen positif menguatnya rupiah, membuat investor melakukan pembelian selektif terhadap sejumlah saham unggulan seperti infrastruktur, perusahaan yang berorientasi ekspor dan perbankan.Namun Edwin mengkhawatirkan, kenaikan indeks secara teknikal tidak akan berlangsung lama. Pasalnya, pergerakan indeks dinilai sangat cepat, bahkan beberapa saham harganya sudah hampir mencapai harga target setengah tahun."Sehingga kenaikan ini rawan dengan penurunan yang tajam," ujar Edwin.Indeks LQ-45 naik 3,945 poin pada level 278,943, Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,750 poin pada level 218,726, Main Board Index (MBX) naik 5,114 poin pada level 349,300 dan Development Board Index (DBX) naik 0,488 poin pada level 235,328. Perdagangan di pasar reguler berlangsung ramai dengan transaksi sebanyak 27.340 kali, pada volume 3.243.256 lot saham, senilai Rp 2,212 triliun. Sebanyak 69 saham naik, 65 saham turun dan 229 saham stagnan. Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 400 menjadi Rp 6.550, Astra Internasional (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 11.450, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 150 menjadi Rp 3.950, Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 40 menjdi Rp 1.070 dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 40 menjadi Rp 1.980.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Indosat (ISAT) turun Rp 150 menjadi Rp 5.950, United Tractors (UNTR) turun Rp 75 menjadi Rp 3.975, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 75 menjadi Rp 4.175, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 50 menjadi Rp 5.200 dan PP London Sumatra (LSIP) turun Rp 25 menjadi Rp 3.150. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads