PSBB Jakarta Diperketat, IHSG Anjlok ke Level 4.000

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 10 Sep 2020 09:06 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka anjlok. Pada awal perdagangan Kamis (10/9/2020), IHSG terjun 154,7 poin atau 2,99% ke posisi 4.988,33. Sementara indeks saham LQ45 juga melemah 5% ke posisi 863,12.

Selang 2 menit setelah pembukaan, IHSGkembali tertekan 3,16%. Hingga puku 09.20 waktu JATS, IHSG masih tertekan dengan turun 3,6% atau turun 188 poin ke level 4.961.

Anjloknya kinerja indeks ini berbarengan mulai diperketatnya lagi penerapan PSBB di Provinsi DKI Jakarta. PSBB diperketat karena makin tingginya angka infeksi virus corona.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 27,500.89 (-2.25%), NASDAQ ditutup 10,847.69 (-4.11%), S&P 500 ditutup 3,331.84 (-2.78%).


Bursa saham US ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa. Penurunan didorong oleh saham teknologi. Hal tersebut dihubungkan oleh kekecewaan investor terhadap vaksin COVID-19 setelah perusahaan AstraZeneca menyatakan untuk menghentikan sementara percobaan tahap akhir dari vaksin COVID-19.

Di sisi lain bursa saham Asia dibuka melemah mengikuti pergerakan wallstreet. Investor juga menanti data ekonomi China terkait inflasi dan keputusan dari Bank Sentral China dalam mengumumkan kebijakannya.

Sedangkan mayoritas Bursa Asia pagi ini bergerak negatif. Berikut pergerakan bursa Asia:

Indeks Nikkei 225 berkurang 333 poin ke 22.940
Indeks Hang Seng melemah 273 poin ke 24.350
Indeks Shanghai turun 36 poin ke 3.280
Indeks Strait Times terkontraksi 12 poin ke 2.491



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)