IHSG Rebound, Saham-saham 'Murah' Mulai Diborong?

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2020 11:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi tadi dibuka merosot 1,77% ke posisi 4.804. Pelemahan terus berlanjut hingga posisi 4.700-an.

Namun jelang penutupan sesi I IHSG rebound. Bahkan saat ini posisinya sudah menguat 1,89% ke posisi 4.983.

Founder Komunitas Kampoeng Saham William Surya Wijaya sudah memprediksi rebound ini. Sebab menurutnya kejatuhan IHSG kemarin hanya sekadar respons dari pelaku pasar atas rencana PSBB Jakarta dan belum menjadi penyebab dasar pelemahan pasar.

"Jadi ya mungkin hari ini atau Senin sudah mulai rebound. Karena peluang banyak. Bisa turun pagi auto reject bawah terus kemudian langsung naik," terangnya kepada detikcom seperti dikutip Jumat (11/9/2020).

Menurut William dari kejatuhan IHSG kemarin yang mencapai 5% lebih menimbulkan banyak peluang untuk membeli saham uang berada di bawah book value-nya.

"Contoh saja Alam Sutera (ASRI) itu 0,23 book value, artinya kan murah sekali. Itu sebenarnya peluang untuk investor untuk jangka pendek menengah atau panjang. Apalagi land bank dia masih banyak, bukan seperti perusahaan e-commerce yang tidak ada asetnya, ini kan asetnya banyak," terangnya.

Sementara Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee juga menilai banyak saham-saham yang memiliki fundamental baik seperti deretan saham big cap sudah turun begitu dalam kemarin. Saham-saham itu patut untuk dibeli.

"Ya sebenarnya masih tunggu dulu ketika pasar sudah stabil dulu, tapi kalau saham perbankan sudah turun banyak saya akan beli. Kemarin kita lihat 4 saham big cap semua auto rejection bawah," tuturnya.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ang)