September 2005, Laba Bersih Energi Mega Persada Naik 206%
Kamis, 12 Jan 2006 16:54 WIB
Jakarta - Laba Bersih PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) hingga triwulan III-2005 naik 206 persen menjadi Rp 153,7 miliar dibanding periode sama tahun 2004 sebesar Rp 50,3 miliar.Peningkatan ini seiring meningkatnya pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortasi (EBITDA) sebesar 130 persen menjadi Rp 565 miliar."Pertumbuhan pendapatan kami terutama ditopang oleh kenaikan produksi sebesar 60 persen dan melonjaknya harga minyak," kata Presiden Direktur Energi Mega Persada Chris Newton dalam laporan keuangan triwulan III-2005 yang diaudit kepada Bursa Efek Jakarta (BEJ), Kamis (12/1/2006).Chris mengatakan, meski realisasi harga minyak flat, perseroan mencatat peningkatan laba usaha sebesar 10 persen, dibanding tahun lalu karena efisiensi produksi yang dilakukan di tahun 2005.Hingga sembilan bulan pertama tahun 2005, penjualan bersih perseroan tercatat Rp 1,06 triliun atau naik 122 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 475,3 miliar. Sedangkan laba kotor naik 139 persen dari Rp 191,8 miliar menjadi Rp 467,6 miliar dan laba operasi ditutup Rp 363 miliar dari sebelumnya Rp 146,2 miliar atau naik 148 persen.Sementara itu, produksi minyak per 30 September 2005 mencapai 2,8 MM bbls atau naik tipis 4 persen dibanding tahun lalu 2,7 MM bbls. Produksi gas tercatat 36,6 juta kaki kubik atau naik 113 persen dibanding sebelumnya 17,2 juta kaki kubik.Chris menambahkan, saat ini ENRG telah berhasil mengatasi minimnya ketersediaan rig yang sempat mendera perseroan pada pertangahan tahun 2005. Kondisi itu diatasi dengan mulai beroperasinya tiga rig tambahan di Kangean PSC, dua rig di Brantas PSC, dan empat rig di Malacca Straits PSC."Penambahan rig itu telah meningkatkan tingkat produksi pada kuartal keempat tahun ini di Malacca Straits," jelas Chris.Perseroan saat ini mengoperasikan delapan blok minyak dan gas, termasuk hasil akuisisi PT Tunas Harapan Perkasa. Selain ketiga blok di atas, ENRG telah mengoperasikan blok Semberah, Gebang, dan Koronci Baru yang segera memulai produksi gas perdananya. Sedangkan dua blok lainnya, Gelam dan Bentu tengah dalam tahap pengembangan.
(ir/)











































