Bekel Trading Besok, Ini Ramalan Pergerakan IHSG Sepekan

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 20 Sep 2020 16:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pasar modal Indonesia masih diselimuti sederet sentimen negatif baik dari luar maupun domestik. Lalu apakah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk bergerak di zona hijau pekan depan?

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menjelaskan, dari sisi eksternal salah satu sentimen datang dari meningkatnya ketegangan antara pemerintah AS dan China juga menjadi perhatian pelaku pasar. Pemerintahan Trump berencana untuk melarang WeChat dan aplikasi berbagi video TikTok di Amerika Serikat mulai Minggu malam.

"Sebelumnya Presiden Donald Trump menginginkan penjualan bisnis aplikasi TikTok di Amerika paling lambat 20 September kalau tidak aplikasi tersebut akan ditutup. ByteDance lebih memilih Oracle untuk menjadi mitra teknologi TikTok di AS dengan rencana Oracle akan mengambil alih saham yang signifikan dalam bisnisnya. Tetapi sampai saat ini belum ditemukan perkembangan perjanjian tersebut. Hal ini membuka potensi memanasnya hubungan kedua Negara," terangnya, Minggu (20/9/2020).

Sementara untuk domestik sentimen yang paling kuat adalah pemberlakuan PSBB Jakarta yang kembali diperketat. Namun ternyata penerapannya tidak sama persis dengan pemberlakuan PSBB periode pertama atau lebih longgar. Hal itu membuat IHSG naik di awal pekan lalu.

"Tetapi dampak PSBB Total yang longgar tetap diperkirakan akan mengganggu aktivitas bisnis dan perusahaan. Pasar saham dunia juga tertekan beberapa sentimen negatif mulai dari valuasi yang mahal, lonjakan kasus COVID-19, ketegangan China AS," tambahnya.

Berdasarkan sentimen itu Hans memperkirakan IHSG selama seminggu berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 5.000 sampai 4.754 dan resistance di level 5.100 sampai 5.187.

Sementara Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper menilai penguatan IHSG pada Jumat kemarin cukup mencurigakan. Sebab IHSG ditutup menguat di tengah banyaknya sentimen negatif dan tingginya kasus COVID-19 yang semakin mengkhawatirkan.

"Investor asing mencatatkan net sell mencapai Rp 1 triliun," terangnya.

Oleh karena itu dia memprediksi di awal pekan IHSG akan melemah dengan proyeksi resistance 5.100-5.079 dan support 5.030-5.002.

"IHSG diprediksi melemah terbatas. Secara teknikal stochastic bergerak menyempit mengindikasikan trend pelemahan akan terbatas. Pergerakan akan dipengaruhi kekhawatiran akan semakin tingginya kasus COVID-19 dari dalam negeri. Pergerakan akan cenderung terbatas dikarenakan minimnya sentimen pada awal pekan," tambahnya.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)