Ramalan Pergerakan IHSG, Rupiah hingga Harga Emas Pekan Ini

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 21 Sep 2020 07:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 26 poin mengekor penguatan bursa global semalam. Aksi beli asing kembali muncul setelah kemarin menjual saham. Membuka perdagangan, Rabu (22/10/2014), IHSG menanjak 32,408 poin (0,64%) ke level 5.061,752.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Beragam sentimen masih menyelimuti dunia investasi pekan ini. Ketidakpastian masih menaungi para investor di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai.

Untuk pasar modal diperkirakan minggu ini cukup berat bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sementara nilai tukar rupiah diyakini masih ada peluang untuk menguat terhadap dolar AS. Sedangkan emas diyakini dalam kondisi bullish.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menjelaskan, dari sisi eksternal salah satu sentimen datang dari meningkatnya ketegangan antara pemerintah AS dan China juga menjadi perhatian pelaku pasar. Pemerintahan Trump berencana untuk melarang WeChat dan aplikasi berbagi video TikTok di Amerika Serikat mulai Minggu malam.

Sementara untuk domestik sentimen yang paling kuat adalah pemberlakukan PSBB Jakarta yang kembali diperketat. Namun ternyata penerapanya tidak sama persis dengan pemberlakuan PSBB periode pertama atau lebih longgar. Hal itu membuat IHSG naik di awal pekan lalu.

"Tetapi dampak PSBB Total yang longgar tetap diperkirakan akan mengganggu aktivitas bisnis dan perusahaan. Pasar saham dunia juga tertekan beberapa sentimen negatif mulai dari valuasi yang mahal, lonjakan kasus COVID-19, ketegangan China AS," tuturnya kepada detikcom.

Berdasarkan sentimen itu Hans memperkirakan IHSG selama seminggu berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 5.000 sampai 4.754 dan resistance di level 5.100 sampai 5.187.

Sementara Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper menilai penguatan IHSG pada Jumat kemarin cukup mencurigakan. Sebab IHSG ditutup menguat di tengah banyaknya sentimen negatif dan tingginya kasus COVID-19 yang semakin mengkhawatirkan.

Oleh karena itu dia memprediksi di awal pekan IHSG akan melemah dengan proyeksi resistance 5.100-5.079 dan support 5.030-5.002.

"IHSG diprediksi melemah terbatas. Secara teknikal stochastic bergerak menyempit mengindikasikan trend pelemahan akan terbatas. Pergerakan akan dipengaruhi kekhawatiran akan semakin tingginya kasus COVID-19 dari dalam negeri. Pergerakan akan cenderung terbatas dikarenakan minimnya sentimen pada awal pekan," tambahnya.

Meski begitu masih ada peluang untuk belanja saham. Cek di halaman berikutnya untuk rekomendasi 5 saham.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4


Simak Video "Update Harga Emas Antam: Naik Rp 1.000 ke Rp 1.028.000 /Gram"
[Gambas:Video 20detik]