RI Dipastikan Resesi, Pemerintah Harus Geber BLT

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2020 15:50 WIB
Rincian Bansos untuk Rakyat Miskin Lawan Corona
Foto: Rincian Bansos untuk Rakyat Miskin Lawan Corona (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Para ekonom menyarankan pemerintah mengebut realisasi penyaluran stimulus kepada masyarakat, mulai dari bantuan sosial (bansos) hingga bantuan langsung tunai (BLT).

Hal itu diperlukan untuk meredam dampak buruk dari resesi ekonomi pada kuartal III-2020 yang dipastikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bakal terjadi.

"Ya saya rasa mempercepat itu jauh lebih penting ya. Jadi nanti kalau program itu bisa lebih cepat, baru kan kalau dampaknya masih kurang akan bicara stimulus berikutnya," kata Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto saat dihubungi detikcom, Selasa (22/9/2020).

Jika penyaluran stimulus tersebut sudah bisa lebih cepat, pemerintah menurutnya bisa menambah program lain, sambil mengevaluasi program mana yang kira-kira paling efektif dan bisa dilanjutkan hingga tahun depan.

"Tapi kalau ditambah terus angka-angkanya tapi realisasinya masih tersendat-sendat, nah itu justru akan membuat kepercayaan masyarakat tambah buruk terhadap kebijakan fiskalnya. Jadi menurut saya sih percepat saja yang sudah direncanakan, baru nanti akan dievaluasi," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet memperkirakan belanja pemerintah bisa lebih baik di kuartal IV.

"Kami proyeksikan di kuartal keempat belanja-belanja pemerintah itu sudah akan relatif lebih baik realisasinya. Seperti misalnya belanja program pemulihan ekonomi nasional, kemudian belanja kementerian/lembaga secara tren kan umumnya dia akan relatif bagus di akhir tahun. Nah ini yang kemudian kami lihat akan sedikit membantu proses pemulihan ekonomi," jelasnya.

Tapi pemerintah juga tidak boleh mengesampingkan aspek kesehatan masyarakat yang terancam virus Corona. Sebab jika kekhawatiran masyarakat tidak bisa ditangani maka mereka akan menahan belanja.

"Maka menurut saya kuncinya kalau seandainya memang sungguh-sungguh untuk melakukan proses pemulihan ekonomi setidaknya di kuartal keempat maka proses penanggulangan kesehatannya memang harus ditingkatkan lah ya, kalau saya katakan seperti itu," ujarnya.

Dia mencontohkan, meskipun PSBB sudah dilonggarkan sejak Juni, kemudian mal sudah dibuka tetapi tren peningkatan kasus positif COVID-19 meninggi akhirnya berdampak pada proses pemulihan ekonomi yang lambat. Sebab, masyarakat takut melakukan aktivitas yang bisa menggerakkan roda ekonomi.

"Nah (kesehatan) inilah yang menurut saya sebagai kunci kalau seandainya pemerintah betul-betul mau mendorong proses pemulihan ekonomi nasional. Kalau dari sisi bantuan, saya kira sudah relatif baik, hanya saja memang perlu dievaluasi dulu kira-kira sampai dengan akhir kuartal ketiga ini mana bantuan yang sifatnya efektif dan mana yang belum efektif. Itulah yang perlu didorong untuk evaluasi untuk penyaluran di kuartal empat," tambahnya.



Simak Video "Kadin Proyeksikan Ada Tambahan 5 Juta Pengangguran di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)