Ada Tanda-tanda Pemulihan Ekonomi, Wall Street Melejit

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2020 09:40 WIB
Gedung saham New York atau yang dikenal sebagai Bursa Saham Wall Street
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street tercatat menguat pada akhir perdagangan. Mengutip Reuters hal ini terjadi karena adanya kenaikan signifikan pada penjualan rumah baru.

Kondisi ini membuat kepercayaan kembali meningkat untuk mendorong pemulihan ekonomi. Meskipun ada kenaikan pada klaim pengangguran yang terjadi secara tidak terduga.

Selain itu ada pula sejumlah saham teknologi yang mengalami peningkatan antara lain Apple, Amazon, Nvidia Corp dan Facebook.

Ahli Strategi Pasar Modal di Pacific Life Fund Advisors Max Gokhman mengungkapkan para investor membutuhkan saham yang mampu bertahan saat ekonomi berjalan lambat.

"Karena jika tak ada lagi stimulus fiskal dari pemerintah, tak akan ada lagi yang bisa dilakukan untuk pemulihan ekonomi," kata dia dikutip dari Reuters, Jumat (25/9/2020).



Pada hari sebelumnya Wall Street melemah karena klaim data pengangguran yang naik signifikan yakni menjadi 870.000 dari sebelumnya 866.000.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 51,65 poin atau naik 0,19% menjadi 26.814,78, S&P 500 naik 9,6 poin, atau 0,30% menjadi 3.246,52 dan Nasdaq Composite bertambah 39,28 poin atau 0,37% menjadi 10.672,27.

Kepala Ekonom Spartan Capital Securities di New York Peter Cardillo memperkirakan ada kenaikan indeks pada akhir kuartal III ini.

Nikola Corp tercatat mengalami penurunan yang paling tajam karena Wedbush memberikan peringkat saham berkinerja buruk pekan ini.

Kemudian Accenture Plc menurun setelah realisasi pendapatan di bawah ekspektasi. Kemudian saham Blackberry juga mengalami lonjakan yang sebelumnya tidak diprediksi.



Simak Video "Perdana di Lantai Bursa, Miniso Cuan Hampir 9 Triliun Rupiah!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)