IHSG Masih Menguat Meski Dibayangi Kasus Corona

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Selasa, 29 Sep 2020 09:08 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,07% atau 3,04 poin ke level 4.497,91 pada perdagangan Rabu (18/11/2015). Sementara HP Analytics mengemukakan indeks MSCI Asia Pacific dibuka menguat pagi tadi, didorong oleh penguatan pada saham di bursa Jepang. Mata uang yen melemah terhadap dolar menjelang pertemuan bank sentral Jepang (BOJ). Para investor juga menanti hasil minutes dari the Fed yang akan dirilis hari ini. IHSG hari  diperkirakan bergerak di kisaran 4.4534.545, Rabu (18/11/2015). Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini berada di zona hijau. IHSG menguat 32 poin (0,66%) ke level 4.938.

Tak hanya IHSG, indeks LQ45 juga menguat 7 poin (0,98%) ke level 757. Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini berada di level Rp 14.900.

Sedangkan bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dow Jones ditutup 27.173,96 (+1,34%), NASDAQ ditutup 10.913,56 (+2,26%), S&P 500 ditutup 3.298,46 (+1,60%).

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 27,584.06 (+1.51%), NASDAQ ditutup 11,117.53 (+1.87%), S&P 500 ditutup 3,351.60 (+1.61%). Bursa saham US ditutup menguat dengan kondisi politik di US yang andil mempengaruhi pergerakan saham. Debat antara Donald Trump dan Joe Biden belum menunjukkan keunggulan dari masing-masing pihak.

Investor lebih mencemaskan aturan pajak yang direncanakan oleh Joe Biden. Di sisi lain, Nancy Pelosi mengumumkan bahwa Partai Demokrat sedang mengajukan paket stimulus sebesar US$2.2 tn untuk bantuan Covid-19.

Bursa Asia dibuka melemah setelah data global menunjukan total 1 juta orang telah meninggal dari Covid-19, hal tersebut memberikan kecemasan global.

Berikut pergerakan Bursa Asia pagi ini:

Indeks Nikkei 225 menguat 164 ke 23.368
Indeks Hang Seng menguat 111 poin ke 23.346
Indeks Shanghai bertambah 5 poin ke 3.224
Indeks Strait Times naik 20 poin ke 2.492

(fdl/fdl)