Starlink Melantai di Pasar Modal? Elon Musk: Tunggu Pendapatan Lancar

- detikFinance
Selasa, 29 Sep 2020 22:45 WIB
Elon Musk founder, CEO, and chief engineer/designer of SpaceX speaks during a news conference after a Falcon 9 SpaceX rocket test flight to demonstrate the capsules emergency escape system at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Sunday, Jan. 19, 2020. (AP Photo/John Raoux)
Elon Musk (Foto: AP)
Jakarta -

CEO SpaceX Elon Musk pada hari Senin menyampaikan, perusahaan luar angkasa pribadinya kemungkinan akan mempublikasikan layanan internet satelit Starlink ke publik dalam beberapa tahun mendatang.

"Kami mungkin akan IPO Starlink, tetapi hanya beberapa tahun ke depan ketika pertumbuhan pendapatan lancar dan dapat diprediksi. Pasar publik tidak menyukai arus kas yang tidak menentu haha, cuit Musk mengutip CNBC, Selasa (29/9/2020).

Pimpinan SpaceX telah membahas gagasan tersebut dengan Presiden perusahaan Gwynne Shotwell pada bulan Februari lalu. Pimpinan SpaceX mengatakan ada sekelompok investor yang menilai Starlink sebagai bisnis yang tepat dan dapat berkelanjutan serta patut dipublikasikan.

Namun Musk meremehkan ide tersebut. Musk bilang SpaceX tidak terobsesi pada IPO Starlink. Sebaliknya, tujuan utama SpaceX, kata Mush adalah mempertahankan Starlink agar jangan sampai bangkrut, mengingat banyaknya jumlah perusahaan yang gagal membangun jaringan internet satelit di awal tahun 2000-an.

Starlink mewakili rencana ambisius perusahaan untuk membangun jaringan satelit internet dengan layanan internet berkecepatan tinggi di mana pun di planet ini.

Jaringan penuh Starlink akan terdiri dari 11.943 satelit yang terbang dekat dengan planet ini, lebih dekat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang dikenal sebagai orbit Bumi rendah.

"Starlink sebagai kunci SpaceX untuk menghasilkan pendapatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan roket dan pesawat ruang angkasa yang lebih maju," ujar Musk kepada wartawan tahun lalu.

Musk memperkirakan bahwa Starlink dapat menghasilkan pendapatan US$ 30 miliar setahun atau sekitar 10 kali lipat pendapatan tahunan tertinggi yang diharapkan SpaceX dari bisnis roket intinya.

Hingga saat ini SpaceX telah meluncurkan lebih dari 700 satelit Starlink. Perusahaan itu saat ini sedang membangun sistem stasiun bumi dan terminal pengguna, untuk menghubungkan konsumen langsung ke jaringannya.

Dikatakan kepada FCC pada Juli lalu bahwa SpaceX sedang membangun 120 satelit per bulan, serta ribuan terminal kecil yang akan digunakan konsumen untuk terhubung ke jaringan internet. Selain itu, SpaceX mengatakan bahwa Starlink sudah menerima permintaan luar biasa dari calon pelanggan, dengan hampir 700.000 individu di seluruh AS menunjukkan bahwa mereka tertarik dengan layanan internet mereka.

SpaceX telah melakukan uji beta pribadi Starlink selama musim panas ini. Hasilnya, kecepatan jaringan internet Starlink mampu memainkan video game online dan streaming film. Karyawan juga telah menguji latensi dan kecepatan unduh Starlink, ukuran utama untuk penyedia layanan internet.

Baru-baru ini SpaceX meminta FCC untuk memperluas pengujian lebih lanjut, sebab perusahaan ingin memulai demonstrasi menggunakan armada kapal lautnya. SpaceX berencana untuk memulai pengujian beta publik Starlink setelah pengujian beta pribadi selesai.

Perusahaan ini menargetkan Starlink bisa dipasarkan di AS bagian utara dan Kanada bagian selatan sebelum akhir tahun ini. Tahun berikutnya, 2021, baru SpaceX mulai memasarkan Starlink secara global kepada nyaris seluruh populasi dunia.

(Soraya Novika/dna)