Mau Bantu Negara saat Resesi? Beli Nih Surat Utangnya

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 01 Okt 2020 10:35 WIB
Petugas menghitung uang setoran tunai di Kantor Cabang Pembantu Bank BNI, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2012). File/detikFoto
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan resmi meluncurkan surat berharga negara (SBN) ritel yaitu obligasi negara ritel seri ORI018. Itu artinya seluruh masyarakat sudah bisa membelinya sejak hari ini (1/10).

Peluncuran ORI018 kali ini mengusung tema 'Manfaat Tanpa Henti, Bekal Hari Nanti'. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan ORI18 merupakan instrumen investasi yang aman, mudah, dan terjangkau untuk masyarakat, apalagi di tengah pandemi COVID-19.

"Tahun ini defisit APBN kita akan mencapai 6,34% dan itu membutuhkan pembiayaan, jadi tugas kita berikutnya adalah bagaimana mencari pembiayaan tersebut. Di sinilah tugas kita di Kementerian Keuangan salah satunya mencoba melakukan inovasi bagaimana mencari sumber pembiayaan tersebut," ujar Luky dalam acara Webinar Launching ORI 018, Kamis (1/10/2020).


Menurut Luky, kondisi pandemi COVID-19 merupakan sesuatu yang tidak pernah diperkirakan terjadi oleh bangsa ini. Kondisi sulit yang dimulai dari adanya krisis kesehatan sampai berdampak pada kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat memerlukan gerakan kolektif baik dari pemerintah, swasta dan publik untuk saling mendukung dalam menghadapi tekanan yang terjadi.

Apalagi, negara tengah kesulitan menambah penerimaan negara di tengah belanja yang terus membengkak. Hal ini diyakini dapat memperdalam defisit RI dari rata-rata di bawah 3%, tahun ini bisa menjadi 6,34%.

"Singkat cerita itulah makanya akhirnya pemerintah berinovasi salah satunya meluncurkan SBN Ritel yang dalam hal ini hari ini kita meluncurkan untuk Seri ORI 018," sambungnya.


Adapun penawaran ORI 018 berlangsung sejak 1 Oktober 2020 hingga 21 Oktober 2020. Tingkat imbalan atau yield ORI 018 mencapai 5,70% per tahun. Besaran kupon ORI 018 bersifat fixed rate hingga waktu jatuh tempo tiba pada 15 Oktober 2023 mendatang. Sedangkan investor dapat memesan ORI 018 dimulai dengan nominal Rp 1 juta hingga Rp 3 miliar.

Investor yang membeli ORI 018 akan memperoleh pembayaran kupon ORI 018 pada tanggal 15 setiap bulannya. Kupon ORI 018 akan dibayarkan perdana pada tanggal 15 Desember 2020.

Pemerintah sendiri menargetkan penyerapan penjualan instrumen Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI018 mencapai Rp 5 triliun. Angka itu tentu lebih rendah dari target surat utang seri sebelumnya ORI017 yang mencapai Rp 10 triliun.

Hanya saja, tetap ada peluang pemerintah menaikkan target raihan dana jika jumlah penawaran melonjak dari yang diharapkan. Mengingat, realisasi pada seri sebelumnya, ORI017 mampu mencapai Rp 18 triliun dan SR013 sebesar Rp 25 triliun.



Simak Video "Siap-siap Pekan Depan Kemenkeu Lelang SUN"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)