Trump Tinggalkan RS, Dolar AS dan Emas Kompak Melempem

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 06 Okt 2020 12:18 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump keluar dari Rumah Sakit Militer Walter Reed. Dia selesai melakukan perawatan virus Corona (COVID-19) untuk kembali ke Gedung Putih.
Foto: REUTERS
Jakarta -

Kondisi kesehatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jadi sorotan. Trump baru saja meninggalkan RS Walter Reed setelah dinyatakan positif COVID-19. Trump pun kini dikabarkan telah kembali ke Gedung Putih.

Dokter Gedung Putih Sean Conley yang merawat Trump bersikeras bahwa Trump sudah cukup sehat untuk melanjutkan perawatan dari Gedung Putih. Nantinya Trump menempati ruang kerja sementara di dalam rumah eksekutif di lantai bawah tanah yang berdekatan dengan ruang medis Gedung Putih.

Belum ada keterangan Trump sembuh dari COVID-19. Ia masih membutuhkan perawatan medis yang ketat di Gedung Putih.

Keluarnya Trump dari AS mempengaruhi pergerakan dolar AS dan emas. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan saat desas-desus kesehatan Trump mencuat sempat mengangkat harga emas spot ke level US$ 1.918 per troy ounce.

"Desas-desus tentang masalah Trump memang kemarin sempat mengangkat harga emas, karena harga emas ini kemarin sempat di level terendahnya itu di tanggal 5 di level US$ 1.886 per troy ounce tetapi dia kembali lagi naik, naik tinggi di level US$ 1.918 per troy ounce," kata Ibrahim kepada detikcom, Selasa (6/10/2020).

Namun, saat Trump dikabarkan membaik dalam waktu singkat seperti sekarang ini, harga emas kembali melandai.

"Setelah dapat informasi, pagi ini Trump kembali ke Gedung Putih dari Rumah Sakit Militer, sehingga harga emas itu kembali lagi melandai, bahkan saat ini tadi beberapa jam yang lalu sempat mencapai level US$ 1.908 per troy ounce," sambungnya.

Hal inilah yang kemudian membuat dolar AS juga melemah. "Nah ini yang mengakibatkan dolar tetap kembali lagi mengalami pelemahan," tuturnya.

Hal serupa disampaikan oleh Analis Bank Mandiri Reny Putri. Rupiah kini justru cenderung menguat dan masih berpotensi menguat minggu ini di kisaran Rp 14.650-14.760.

"Kabar sembuhnya Trump belum memberikan dampak yang terlalu signifikan ke pasar. Kalau kita lihat di regional, hari ini mayoritas mata uang Asia menguat begitu juga dengan rupiah kembali ke level Rp 14.700-an," kata Reni.

Begitu pula dengan emas masih melandai. Sebab, dalam jangka pendek ini pasar akan cenderung wait and see terhadap instrumen safe haven ini.

"Begitu pula dengan emas masih bergerak sideways. Dalam jangka pendek kita masih wait and see terhadap respons pasar terhadap perkembangan kasus COVID di dalam negeri dan UU Cipta Kerja yang baru disahkan," imbuhnya.

(ara/ara)