Begini Kinerja Emiten Properti di Tengah Pandemi

- detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 11:52 WIB
Jakarta masih jadi kawasan yang strategis untuk pengembangan bisnis properti. Tak heran pembangunan kawasan terpadu terintegrasi masih jadi andalan di masa kini
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kinerja PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tetap kinclong di tengah ekonomi yang penuh tantangan akibat pandemi COVID-19. LPKR mencatatkan kinerja berupa peningkatan marketing sales sepanjang sembilan bulan di tahun 2020 sebesar 100% secara Year on Year (YoY) menjadi Rp 2,28 triliun.

CEO LPKR John Riady menyampaikan, pada kuartal ketiga 2020, penjualan meningkat 304% YoY menjadi Rp 1,2 triliun dari Rp 303 miliar di bandingkan kuartal tiga 2019.

"Angka di kuartal ketiga melampaui keseluruhan marketing sales sepanjang 1H20, meskipun kondisi makroekonomi yang lemah akibat COVID-19. Proyek perumahan terjangkau tetap menjadi pendorong penjualan, mewakili 51% dari total penjualan," ucap John, dalam Siaran Pers, Rabu (7/10).

John menyampaikan, perusahaan optimis akan mampu melampaui target marketing sales sebesar Rp 2,5 triliun hingga akhir tahun yang akan didorong pada kuartal IV dengan sejumlah proyek, antara lain peluncuran kawasan komersial baru di Lippo Village (termasuk konsep SoHo / small office home office baru), dan penyelesaian terjadwal proyek-proyek yang ada, yang diharapkan akan meningkatkan permintaan untuk unit yang belum terjual.

Disampaikan John, pada kuartal tiga 2020, LPKR telah berhasil meluncurkan lima klaster Cendana Homes, yang merupakan pengembangan perumahan tapak terjangkau pertama di kota mandiri Lippo Village.

"Seluruh klaster berhasil terjual habis dalam waktu empat hingga enam jam. Secara total, Perseroan menjual 651 unit rumah tapak dengan harga rata-rata Rp 853 juta dengan kisaran harga dari Rp 700 juta hingga Rp 1,5 miliar," ujar John.

Kinerja solid LPKR, juga didukung oleh capaian positif anak usaha, antara lain PT Lippo Cikarang Tbk , dimana pada Agustus, mulai melakukan penjualan klaster ketiga di Waterfront Estates bernama Travertine. Di Travertine, tanpa dorongan peluncuran besar-besaran, perusahaan dapat menjual lebih dari 72% dari total 446 unit pada bulan Agustus dan September.

"Kami terus melihat permintaan yang kuat di segmen perumahan yang terjangkau, didukung oleh penggunaan KPR yang tinggi, yang menyiratkan permintaan pengguna akhir yang tinggi," kata John.

Selain itu, penjualan apartemen pada triwulan tiga 2020 meningkat 87% menjadi Rp 90 miliar dengan selesainya proyek-proyek high-rise di Lippo Village (Hillcrest & Fairview) dan permintaan yang kuat untuk persediaan yang ada di St. Moritz Jakarta.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kecelakaan Maut di Karawaci: Mobil Ngebut, Tabrak Seorang Pria"
[Gambas:Video 20detik]