Saham AS Berotot Berkat Angin Segar Stimulus Penerbangan

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2020 08:14 WIB
Traders work on the trading floor on the final day of trading for the year at the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York, U.S., December 29, 2017. REUTERS/Andrew Kelly
Foto: Reuters
Jakarta -

Indeks Utama saham AS, Wall Street ditutup menguat tajam pada perdagangan hari Rabu (7/10) setelah investor mendapatkan kembali harapan bahwa kesepakatan parsial tentang tambahan stimulus fiskal AS bisa terwujud.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 530,7 poin, atau 1,91% menjadi 28.303,46. Sedangkan S&P 500 naik 58,5 poin, atau 1,74% menjadi 3.419,45 dan Nasdaq Composite bertambah 210,00 poin, atau 1,88% menjadi 11.364,60.

Untuk diketahui, baru-baru ini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Kongres untuk segera memberikan stimulus baru senilai US$ 25 miliar kepada maskapai penerbangan AS. Hal ini dilakukan agar maskapai penerbangan yang mempekerjakan ribuan pekerja bisa bertahan di tengah lesunya perjalanan udara akibat pandemi COVID-19.

Angin segar ini membuat saham maskapai penerbangan ikut melonjak. Harga saham United Airlines UAL.N naik 4,3%. Saham Eli Lilly and Co LLY.N naik 3,4% setelah perseroan mengajukan permintaan ke Food and Drug Administration AS untuk penggunaan darurat pengobatan antibodi COVID-19 eksperimentalnya.

"Satu-satunya alasan kami turun kemarin adalah tweet dari Presiden Trump. Itulah mengapa pasar mulai lebih kuat. Saya pikir ada ekspektasi penuh bahwa beberapa bentuk kesepakatan stimulus akan terjadi lebih cepat nanti," kata Direktur Pelaksana Perdagangan Ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles, Michael James dikutip dari Reuters, Kamis (8/10/2020).

Pemilihan presiden AS tinggal beberapa minggu lagi, fokus investor bakal beralih ke debat antara Wakil Presiden Mike Pence dan Demokrat Kamala Harris.

Jajak pendapat Reuters menunjukkan kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden semakin memperluas keunggulannya atas Trump di Michigan.

Investor juga bersiap untuk pekan rilis pendapatan kuartal ketiga, yang diperkirakan dimulai minggu depan. Analis memperkirakan pendapatan perusahaan S&P 500 di kuartal III turun sekitar 21% yoy.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 8,98 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir sebanyak 9,79 miliar saham.



Simak Video "Wall Street Ikut 'Terinfeksi' Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)