Malindo Feedmill Tawarkan Harga Saham IPO Rp 880

Malindo Feedmill Tawarkan Harga Saham IPO Rp 880

- detikFinance
Selasa, 17 Jan 2006 17:06 WIB
Jakarta - Perusahaan peternakan dan pakan ternak, PT Malindo Feedmill Tbk akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebanyak 61 juta lembar saham baru atau sekitar 18 persen dari total saham perseroan. Harga IPO ini ditawarkan sebesar Rp 880 per saham, sehingga perseroan akan meraup dana segar sekitar Rp 53,7 miliar.Dana hasil IPO ini, sebesar 70 persen rencananya akan dipakai untuk ekspansi usaha denganmembangun peternakan baru. Sedangkan, sisanya dipakai untuk menambah modal kerja."Kami berencana mendirikan peternakan di Pasuruan, Surabaya. Peternakan itu akan terdiri dari 2 area pembibitan dan satu area penetasan," kata Komisaris Malindo, Tan Lai Kai dalam jumpa pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (17/1/2006). Menurut Tan, peternakan ini diperkirakan mulai beroperasi pada pertengahan 2007. Peternakan tersebut akan menambah kapasitas produksi perseroan sekitar 18 juta anak ayam usia sehari (day old chicken/DOC) per tahun. Saat ini, kapasitas produksi Malindo mencapai 100 juta DOC per tahun dan 438 metrik ton pakan ternak.Tan mengatakan, total dana hasil IPO hanya memenuhi 70 persen dari target belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan periode 2006-2007 yang mencapai Rp 70 miliar. Untuk menutupi kekurangannya, perseroan akan memakai dana internal.Dengan adanya IPO ini, komposisi kepemilikan perusahaan adalah Dragon Amity Ltd 81,6 persen, Lai Hup Heng 0,4 persen dan publik 18 persen. Untuk pelaksanaan IPO ini, perseroan menunjuk PT CIMB-GK Securities Indonesia sebagai penjamin emisi.Rencananya, periode book building dilakukan pada 17-19 Januari 2006 dan pernyataan efektif dari Bapepam diharapkan pada 27 Januari 2006. Masa penawaran dilakukan pada 1-3 Februari dan pencatatan saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 10 Februari 2006.Proyeksi 2006Malindo memproyeksikan, penjualan hingga akhir tahun 2006 tumbuh sekitar 20 persen dari akhir tahun lalu. Dengan tingkat pertumbuhan penjualan ini, perolehan laba bersih ditargetkan sebesar Rp 50,7 miliar. Proyeksi laba bersih tersebut perseroan memiliki price earning ratio sahamnya sekitar 5,75 kali untuk tahun ini. Saat ditanya soal kasus flu burung, Tan menyatakan, secara keseluruhan dampak kasus tersebut tidak signifikan. Terhadap epidemi flu burung, perseroan mengimplementasikan program vaksinasi pada setiap ayam dan juga tetap mempertahankan keamanan biologi peternakan. "Kami yakin pada tahun-tahun mendatang industri pakan ternak dan konsumsi ayam di Indonesia akan semakin berkembang karena potensinya sangat besar," tuturnya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads