Tekan Rugi Kurs, Holcim Kurangi Utang Valas US$ 70 Juta

Tekan Rugi Kurs, Holcim Kurangi Utang Valas US$ 70 Juta

- detikFinance
Selasa, 17 Jan 2006 15:54 WIB
Jakarta - PT Holchim Indonesia Tbk berupaya menekan rugi kurs yang ditimbulkan oleh banyaknya porsi utang dalam valas. Untuk itu, perusahaan yang dulu bernama Semen Cibinong ini terus mengurangi porsi utang dalam valas hingga US$ 70 juta.Angka tersebut cukup signifikan dibandingkan total utang valas Holcim yang mencapai US$ 400 juta. "Ini angka yang cukup signifikan dan akan mengurangi rugi kurs, sehingga akan meningkatkan laba bersih," kata Chief Executive Officer PT Holcim Indonesia, Timothy D Mackay.Mackay menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers yang berlangsung di pabrik Holcim, Desa Narogong, Bogor, Selasa (17/1/2006).Pada tahun 2004, perseroan sempat mencetak rugi akibat besarnya rugi kurs, mengingat besarnya utang dalam dolar AS.Holcim juga menargetkan capex tahun 2006 sebesar US$ 30 juta. Sementara penjualan dan pendapatannya diharapkan meningkat 14 persen, dan pertumbuhan industri diperkirakan mencapai 5,5 persen."Hal ini antara lain didorong oleh belanja pemerintah di bidang infrastruktur tahun 2006 sebesar US$ 1-2 miliar dan second infrastructure summit," kata Mackay.Untuk anak perusahaan, PT Holchim Beton diperkirakan tumbuh volumenya 60 persen. Tahun 2006 ini dengan kondisi bisnis yang baik Holchim berharap mulai mencetak laba. Tahun 2006, perseroan masih akan fokus pada pasar domestik.Dari kapasitas produksi sebesar 7,9 juta ton per tahun, hanya 1,5 juta ton yang rencananya akan diekspor. "Dua pertiganya sudah dikontrak, sisanya dijual di pasar bebas, sehingga bisa ditarik lagi ke pasar domestik seandainya masih membutuhkan," ungkap Mackay.Holchim juga berniat menaikkan pangsa pasarnya dari 16 persen di tahun 2005 menjadi 17,5 persen pada tahun 2006. "Kamungkinan itu masih terbuka karena konsumsi semen per kapita di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga," tambahnya.Konsumsi semen Indonesia saat ini hanya 140 kg per orang. Sementara Thailand 417 kg per orang, Vietnam 298 kg per orang. "Dan ditambah lagi adanya asumsi market share sejalan dengan kapasitas produksi," kata Mackay. Belum Operasikan Pabrik CilacapHolcim juga menegaskan, pihaknya belum berencana mengoperasikan Pabrik I di Cilacap yang ditutup sejak Oktober 2005. Penutupan pabrik ini lebih cepat dari jadwal semula pada Juni 2006.Penutupan pabrik ini, karena bahan bakar ynag digunakan perseroan mesin diesel solar melonjak pascakenaikan BBM. "Kita belum berencana mengoperasikan pabrik tersebut, kecuali ada permintaan signifikan yang tidak bisa dipenuhi pabrik yang beroperasi saat ini," kata Mackay.Volume kapasitas pabrik di Cilacap dan Naragong sebesar 7,9 juta ton per tahun yang hanya 85 persen dari total volume 9,7 juta ton. Mengenai nasib karyawan di Pabrik I Cilacap yang berjumlah sekitar 300-350 pekerja, Mackay menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan PHK. Karyawan tersebut diberi pelatihan untuk peningkatan kualitas SDM. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads