Menimbang Untung Rugi Telkomsel Masuk Gojek

- detikFinance
Jumat, 09 Okt 2020 10:21 WIB
Infografis Pesaing Gojek dan Grab
Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah
Jakarta -

Rencana Telkomsel berinvestasi di Gojek dinilai bisa jadi solusi untuk mempercepat penguatan bisnis digital yang kini jadi fokus anak usaha PT Telkom itu. Dengan dukungan Gojek yang memiliki basis data customer yang lebih solid, Telkomsel akan lebih mudah untuk mengoptimalkan kekuatan infrastrukturnya.

"Penguatan bisnis Digital sudah menjadi kebutuhan bagi perusahaan telko seperti halnya Telkomsel. Sementara Gojek yang memiliki ekosistem pasar yang besar dan matang bisa menjadi sumber pendapatan baru yang dibutuhkan oleh Telkomsel," jelas Piter Abdullah, Direktur Eksekutif Core Indonesia, Kamis (8/10).

Piter menambahkan, sinergi dengan Gojek akan mendorong trafik penggunaan data di Telkomsel bakal terus meningkat. Di sinilah kemampuan Telkomsel untuk mengoptimalkan potensi pasar di Gojek bakal menjadi kunci dari keberhasilan dari sinergi itu.

Selain itu, lanjut Piter, sebagai anak perusahaan BUMN, Telkomsel juga dapat ikut membantu percepatan digitalisasi ratusan ribu UMKM yang selama ini menggantungkan usahanya lewat ekosistem Gojek.

"Pandemi COVID-19 telah mendorong terjadinya banyak perubahan perilaku berbisnis. Transaksi daring semakin meningkat dan ini bisa dioptimalkan oleh Telkomsel," lanjutnya.

Saat ini Gojek merupakan aplikasi on demand dengan jumlah pengguna aktif terbanyak di Indonesia. Data menunjukkan bahwa 1 dari 2 orang Indonesia memiliki aplikasi Gojek. Disamping itu volume transaksi harian di Gojek juga sangat besar. Dengan 177 juta pengguna, Gojek menjadi rumah bagi 500 ribu UMKM dan hampir 2 juta driver.

Ekosistem bisnis Gojek telah mendapat peringkat satu user experience sebagai aplikasi paling ramah bagi pengguna. Selain itu, dalam hal pengalaman pelanggan atau customer experience, start up ini menempati posisi terbaik kedua. Penilaian tersebut berasal dari hasil riset global berjudul Delivery Apps in Time of COVID-19: Global Benchmark.

Disebutkan bahwa GoFood telah mendorong protokol keamanan dan kebersihan dalam menjalankan fungsi layanan antarmakanan di tengah situasi pandemi. Fitur ini bahkan mengungguli 46 aplikasi pengantaran belanja lainnya di 17 negara di Eropa, Amerika, Afrika, Asia, dan Australia.

"Pandemi ini adalah momentum bagi Telkomsel untuk bisa berinvestasi di startup yang bisa mendukung penguatan bisnisnya. Dan captive market itu tersedia di Gojek," imbuhnya.

Secara bisnis, pendapatan Telkomsel sendiri sudah sangat tergantung dari segmen digital. Pada semester I 2020, ditengah Pandemi yang makin meluas, bisnis digital Telkomsel justru tumbuh 13,5 persen daripada semester I tahun 2019.

Pendapatan bisnis digital naik dari Rp 28,1 triliun menjadi Rp 31,9 triliun. Pendapatan broadband meningkat 14 persen dan layanan digital naik 10 persen.

"Bisnis digital Telkomsel membuat kontribusinya terhadap pendapatan Telkom menjadi 72,4 persen dari 62,2 persen tahun lalu," ujar Direktur Keuangan Telkom Heri Supriadi dalam Public Expose Live 2020, Kamis (27/8/2020).

(dna/dna)