Uji Coba Vaksin Disetop, Wall Street Langsung Anjlok

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2020 08:16 WIB
Traders work on the trading floor on the final day of trading for the year at the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York, U.S., December 29, 2017. REUTERS/Andrew Kelly
Foto: Reuters
Jakarta -

Indeks utama Wall Street melemah pada perdagangan Selasa (13/10/2020). Hal itu menyusul dihentikannya uji coba vaksin COVID-19 dan perjanjian stimulus AS yang yang belum menemukan titik cerah sehingga membebani sentimen.

Melansir Reuters, Rabu (14/10/2020), ketiga indeks saham utama ditutup di zona merah. Syukurnya keuntungan saham Microsoft Corp membantu mengurangi kerugian Nasdaq yang sangat berat.

Dow Jones Industrial Average turun 157,71 poin atau 0,55% menjadi 28.679,81, S&P 500 kehilangan 22,29 poin atau 0,63% menjadi 3.511,93, dan Nasdaq Composite turun 12,36 poin atau 0,1% menjadi 11.863,90.

Johnson & Johnson mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka menghentikan uji klinis kandidat vaksin COVID-19 karena penyakit yang tidak dapat dijelaskan pada peserta penelitian. Penundaan tersebut membebani saham perusahaan. Harga saham perusahaan melemah 2,3%.

Di akhir sesi perdagangan, saingannya Eli Lilly & Co mengatakan pihaknya juga menghentikan uji coba antibodi virus Corona karena masalah keamanan, membuat harga saham mereka turun 2,9%.

Harga saham JPMorgan dan Citigroup masing-masing turun 1,6% dan 4,8%. Indeks Perbankan S&P yang lebih luas kehilangan 2,7% nilai saham.

Apple Inc yang meluncurkan inkarnasi terbaru dari gadget andalannya, iPhone 12 dengan konektivitas 5G tak mampu menghalau sentimen dari penundaan vaksin dan stimulus COVID-19. Sahamnya turun 2,7%.

"Kami mengalami lonjakan baru-baru ini dalam kasus virus Corona bertepatan dengan perusahaan obat besar menghentikan uji coba vaksin," kata Robert Pavlik, kepala strategi investasi di SlateStone Wealth LLC di New York. "Itu membuat pasar gugup dan sebagai tanggapan," sambungnya.

Sementara harapan untuk pengesahan paket bantuan virus Corona baru telah memudar ketika Ketua DPR AS Nancy Pelosi menolak proposal bantuan virus Corona senilai US$ 1,8 triliun dari Gedung Putih.



Simak Video "Wall Street Ikut 'Terinfeksi' Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)