Wall Street Kompak Menguat, Dolar AS Malah Keok

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2020 21:15 WIB
Gedung saham New York atau yang dikenal sebagai Bursa Saham Wall Street
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada hari Rabu, didukung oleh saham-saham teknologi kelas berat karena investor mengurai berbagai laporan pendapatan kuartalan dari pemberi pinjaman utama AS.

Dow Jones Industrial Average naik 51,49 poin, atau 0,18%, pada pembukaan menjadi 28.731,30.

S&P 500 dibuka lebih tinggi sebesar 3,54 poin, atau 0,10%, pada 3.515,47 dan Nasdaq Composite naik 25,18 poin, atau 0,21%, menjadi 11.889,07 pada bel pembukaan.

Di sisi lain, harga produsen AS naik lebih dari yang diharapkan pada bulan September di tengah lonjakan biaya akomodasi hotel dan motel, yang mengarah ke kenaikan tahun ke tahun pertama sejak Maret.

Laporan dari Departemen Tenaga Kerja pada hari Rabu, yang juga menunjukkan lonjakan harga besi dan besi tua, menunjukkan perlambatan inflasi yang ditandai oleh data pada hari Selasa kemungkinan akan moderat. Harga konsumen melambat pada bulan September karena gangguan rantai pasokan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 mereda.

Indeks harga produsen untuk permintaan akhir naik 0,4% bulan lalu setelah naik 0,3% di bulan Agustus. Dalam 12 bulan hingga September, PPI meningkat 0,4% setelah jatuh 0,2% di bulan Agustus.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan PPI akan naik 0,2% pada September dan rebound 0,2% pada basis tahun ke tahun.

Tidak termasuk komponen makanan yang mudah menguap, energi dan jasa perdagangan, harga produsen naik 0,4% di bulan September. Yang disebut PPI inti telah meningkat 0,3% selama tiga bulan berturut-turut. Dalam 12 bulan hingga September, PPI inti naik 0,7%. PPI inti naik 0,3% pada basis tahun ke tahun di bulan Agustus.

Indeks saham berjangka AS juga diperdagangkan sedikit lebih tinggi. Sayang Dolar AS .DXY tergelincir terhadap sekeranjang mata uang. Harga Treasury AS sebagian besar lebih tinggi.

(dna/dna)