Holding Indonesia Battery Juga akan 'Setrum' Daerah Terpencil RI

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 16:16 WIB
Merasakan Fasilitas Pengisian Baterai Mobil Listrik di Thailand

Bangkok - Thailand sudah mulai menerapkan era mobil ramah lingkungan. Saat ini di Negeri Gajah Putih sudah banyak beredar mobil ramah lingkungan, salah satunya mobil berteknologi plug-in hybrid.

Mobil plug-in hybrid sendiri berbeda dengan mobil hybrid konvensional. Mobil plug-in hybrid yang menggabungkan mesin bakar dan motor listrik bisa diisi ulang baterainya dengan mencolokkan listrik dari sumber listrik di tembok ke mobil.
Ilustrasi/Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta -

Rencana pembentukan Holding Indonesia Battery dibuat untuk mengurusi industri baterai electronic vehicle (EV) di Indonesia dari hulu sampai hilir. Namun lebih dari itu, holding ini juga akan memanfaatkan teknologi baterai untuk memasok listrik di wilayah pedalaman dan pulau terpencil.

Holding Indonesia Battery sendiri akan berisi 3 perusahaan BUMN raksasa yakni MIND ID atau PT Inalum (Persero) selaku Holding BUMN Pertambangan, PT Pertamina (Persero) selaku Holding BUMN Migas dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, memang pembentukan Holding Indonesia Battery tujuannya untuk menjadikan Indonesia sebagai hub untuk kebutuhan produksi baterai kendaraan. Namun nantinya juga akan dikembangkan untuk memasok listrik ke daerah terpencil.

"Ada peluang-peluang yang kita bisa manfaatkan. Mumpung saat ini perusahaan teknologi melihat nikel ini masih paling baik untuk baterai karena dipercaya kemampuan menyimpan energinya cukup baik. Nah ini bermanfaat bukan hanya untuk transportasi, sebenarnya bagus juga untuk daerah remote atau pulau kecil," terangnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/10/2020).

Orias menjelaskan, pemanfaatan yang dimaksud membuat baterai yang mampu menyimpan listrik untuk kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil.

Baterai yang dimaksud juga bisa dikombinasikan dengan panel surya. Sehingga baterai yang ada bisa diisi ulang listriknya dengan memanfaatkan sinar matahari.

"Ini yang sedang disiapkan untuk menghasilkan baterai. Jadi bukan untuk kendaraan semata, tapi juga sampai kebutuhan di perumahan. Ini dalam persiapannya ada Pertamina dan PLN, Nah khusus MIND ID karena yang punya tambang Antam kita menugaskan Antam melakukan itu," terangnya.

Orias melanjutkan Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar di industri ini. Cadangan nikel di Indonesia merupakan yang paling besar di dunia yakni mencapai 21 juta ton.

(das/eds)