Wajib Militer Hantui Masa Depan Bisnis Perusahaan Agensi BTS

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 18 Okt 2020 21:34 WIB
BTS
Foto: Internet
Jakarta -

Big Hit Entertainment telah berkembang menjadi perusahaan label raksasa di Korsel. Perusahaan ini juga terbilang sukses mencatatkan sahamnya di pasar modal.

Big Hit sekarang bernilai sekitar 8,7 triliun won ($ 7,6 miliar). Nilai perusahaan itu masih lebih tinggi dari tiga label rekaman terbesar di negara itu jika digabungkan.

Kesuksesan Big Hit tidak lepas dari keberhasilan perusahaan menaungi BTS menjadi Boy Band yang sangat tenar di kancah internasional.

Namun bagi perusahaan yang mengandalkan pendapatan dari bakat selebritas mana pun pasti memiliki berbagai potensi masalah, mulai dari skandal hingga tragedi yang tak terduga.

Salah satu risiko lain yang tengah mengintai perusahaan adalah kebijakan wajib militer di Korsel. Seluruh pria yang sehat di Korsel diharuskan mengikuti wajib militer selama 18 bulan.

Pemerintah Korsel memberikan keringanan bagi pria untuk menunda wajib militernya dengan alasan menempuh pendidikan tinggi atau pelatihan khusus lainnya. Tapi itu hanya berlaku sampai usia 28 tahun.

Kim Seok-jin adalah anggota tertua di BTS. Dia akan berusia 28 tahun pada bulan Desember mendatang. Sementara sang rapper Suga yang bernama asli Min Yoon-gi berusia 28 tahun pada bulan Maret.

Melansir CNN, Minggu (18/10/2020) Big Hit telah mengakui bahwa tugas militer adalah risiko bagi investor. Tetapi perusahaan mengatakan bahwa boy band ini masih memiliki waktu.

Big Hit mengatakan bahwa Jin telah mendaftarkan diri di program sekolah pascasarjana. Sehingga hal itu akan memungkinkan dia untuk menunda wajib militer sampai sebelum ulang tahunnya yang ke 29 pada tahun 2021.

Persoalan ini sebenarnya sudah menjadi topik perdebatan nasional, apakah grup pop seperti boy band masih diwajibkan menjalani wajib militer. Sebab musisi klasik dan pemain olahraga masuk dalam daftar pengecualian wajib militer.

Parlemen Korsel saat ini tengah mempertimbangkan RUU yang akan memungkinkan kelompok K-pop menunda bisa dinas militer selama dua tahun di luar batas waktu saat ini.

Meski begitu, wajib militer tetap akan mengganggu keberlangsungan karir boy band. Jika ada personel yang tengah menjalani wajib militer, rata-rata personel lain menjalani proyek solo.

BTS sendiri sangat produktif dalam 7 tahun belakangan ini. Mereka merilis sederet album studio, video musik. vlog candid, video di belakang layar, mini-series, proyek solo, mix tape dan penampilan televisi.

Sebenarnya penggemar K-pop Korea sudah terbiasa dengan idola mereka yang tiba-tiba menghilang untuk dinas militer. Tapi bagi penggemar internasional BTS belum dipetakan. Big Hit sendiri sudah memasukan reputasi grup sebagai kedalam risiko perusahaan.

(das/dna)