Bos OJK Cerita Anjloknya Pasar Modal Dihajar 'Tamu Tak Diundang'

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 19 Okt 2020 10:05 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso
Foto: Agus Dwi Nugroho / 20detik
Jakarta -

Pasar modal mengalami tekanan yang besar pada masa pandemi COVID-19. Hal itu tercermin dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso bercerita, industri pasar modal diawali dengan rasa optimisme di awal tahun. Hal itu seiring dengan meredanya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"Pada awal tahun 2020, industri pasar modal dimulai rasa optimisme yang sangat besar dengan meredanya trade war. Namun pada 2020 ini tanpa diduga, kita mempunyai tamu yang tidak diundang yang kita sebut Corona COVID," katanya membuka Capital Market Summit & Expo 2020, Senin (19/10/2020).

Dia menuturkan, di awal tahun IHSG tembus di atas 6.000. Ungkapnya, pada 14 Januari 2020, IHSG berada pada level 6.335.

Lalu, IHSG terpukul pada bulan Maret di mana sampai di bawah level 4.000.

"Namun ternyata dengan hadirnya COVID maka terpengaruh indeks kita karena sentimen negatif, yang pernah turun di bawah 4.000 yakni persisnya 3.937 kami ingat itu di 24 Maret 2020," ujarnya.

"Tidak lain tidak bukan sentimen negatif dari para investor asing yang mencoba leverage investasinya untuk temporary," tambahnya.

Dia mengatakan, seluruh pemangku kepentingan telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk meredam sentimen tersebut. Alhasil, IHSG perlahan pulih dan sudah kembali di atas 5.000.

"Kita cukup bangga akhirnya bisa menahan penurunan dan membawa kembali kepercayaan investor menjadi lebih baik. Bahkan indeks kita sudah di atas 5.000 kembali. InsyaAllah akan kembali normal sejalan dengan perbaikan perekonomian kita ke depan," ujarnya.



Simak Video "Satgas Covid-19 Imbau Jemaah Jalani Testing & Karantina Sepulang Umrah"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)