Bursa Saham Tokyo Jadi Bulan-bulanan Media Jepang

Bursa Saham Tokyo Jadi Bulan-bulanan Media Jepang

- detikFinance
Kamis, 19 Jan 2006 13:05 WIB
Jakarta - Bursa saham Tokyo (TSE) menjadi bulan-bulanan media massa Jepang, menyusul penutupan perdagangan lebih cepat dari biasanya setelah adanya aksi jual besar-besaran atas saham Livedoor.Harian Asahi Shimbun menyindir, TSE benar-benar tidak layak masuk bursa internasional. "TSE sangat menyedihkan," tulis Asahi Shimbun seperti dikutip dari AFP, Kamis (19/1/2006)."TSE bukanlah sebuah bursa saham internasional jika dihentikan perdagangannya karena tidak mampu memenuhi order. Ini menunjukkan bahwa secara domestik dan global, TSE tidak dapat menanggulangi, bahkan sebuah kekisruhan seperti ini," demikian tulis tajuk Asahi.Koran bisnis Nihon Keizai Shimbun pun tak kalah sinis menyoroti TSE yang dinilainya harus bertanggung jawab. "TSE benar-benar harus bertanggung jawab atas kekisruhan pasar baru-baru ini," tulis Nihon Keizai Shimbun.Perdagangan saham di TSE pun mulai pulih setelah sebelumnya ditutup 20 menit lebih cepat untuk menghindari kerusakan sistem akibat tingginya transaksi, menyusul munculnya skandal di perusahaan internet Livedoor.Pada sesi pagi perdagangan Kamis, Nikkei naik sekitar 2 persen. Namun demikian, sejumlah kalangan mulai mempertanyakan kredibilitas bursa terbesar di Asia itu.Terkait skandal di Livedoor, Vice President HS Securities, Hideaki Noguchi yang dikabarkan menjadi target investigasi ditemukan meninggal dengan dugaan bunuh diri. Noguchi yang berumur 38 tahun dikabarkan merupakan orang dekat pendiri Livedoor, Takafumi Horie.Kantor Berita Kyodo melaporkan, jaksa penuntut akan mengiterogasi Horie dan pejabat senior Livedoor lainnya seputar skandal laporan keuangannya. Sementara Livedoor mengaku bahwa penyelidikan internalnya tidak menemukan adanya hal yang salah.Pada perdagangan Rabu 18 Januari, bursa terbesar di Asia itu akhirnya ditutup pada pukul 14.20 waktu setempat, atau 20 menit lebih cepat dari biasanya.Saat penutupan, indeks Nikkei-225 anjlok 464,77 poin (2,94 persen) pada level 15.341,18 poin. Nikkei bahkan sempat terpuruk hingga 740 poin (4,7 persen) setelah otoritas bursa itu memberi peringatan bahwa perdagangan akan ditutup lebih cepat.Yomiuri Shimbun melaporkan, Livedoor secara salah melaporkan keuntungan induk perusahaan untuk tahun buku 2004 yang berakhir pada September sebesar 1,4 miliar yen. Angka itu diperoleh dengan mengalihkan keuntungan dari afiliasinya. Transaksi itu diduga dibuat untuk menyembunyikan angka yang sesungguhnya, yakni rugi sekitar 1 miliar yen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads