Pegawai Matahari Kena Potong Gaji

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 17:05 WIB
Dua hari lagi jelang penutupan, barang dagangan nyaris ludes. Barang yang nyaris ludes adalah aksesoris wanita, make up hingga sepatu dan sandal.
Foto: Sylke Febrina Laucereno

Perusahaan juga menanggung kerugian bersih Rp 617 miliar dari Januari- September 2020. Dari segi pendapatan, emiten ini hanya mampu melaporkan penjualan kotor sebesar Rp 5,9 triliun alias anjlok sebanyak 57,6% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan bersihnya pun demikian, merosot 57,5% menjadi Rp 3,3 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu.

Matahari mengaku sudah mulai pulih secara stabil pada Juli, Agustus, dan hingga pertengahan September lalu. Namun, ketika pada tanggal 14 September, PSBB diimplementasikan kembali di Jakarta dan adanya pembatasan operasional di lokasi lainnya, menyebabkan perseroan menutup beberapa gerainya untuk sementara, sehingga memperlambat kinerja emiten pada kuartal tersebut.

Untuk mengurangi dampak pandemi, perseroan mengklaim telah mengupayakan berbagai pengetatan biaya, termasuk negosiasi untuk memperoleh keringanan sewa yang menghasilkan penurunan beban operasional sebesar 26,2% pada kuartal ketiga dan 29,3% pada periode Januari-September 2020.

"Kami telah melunasi fasilitas kredit tambahan yang diperoleh di bulan Mei tahun ini. Kami melakukan kontrol yang ketat atas pengeluaran kami dan pembekuan belanja modal kami masih berlaku selain terkait dua toko yang dibuka pada kuartal ini," imbuhnya.

Halaman

(ang/ang)