Saudi Aramco Lewat! IPO Perusahaan Jack Ma Bakal Cetak Rekor Dunia

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 26 Okt 2020 09:45 WIB
Direktur Bursa Efek Indonesia Ito Warsito (kanan) menjelaskan kepada Presdir PT. Puradelta Lestari Tbk. Teky Meiloa (kedua kanan), Wakil Presdir Mashiro Koizumi (kiri) dan Direktur Independen Tondy Suwanto saat pencatatan saham PT Puradelta Lestari di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (29/5). PT Puradelta Lestari Tbk, perusahaan pembangunan perumahan, komersial dan pengusahaan kawasan industri, melepas sebanyak 4.819.811.100 saham atau 10% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga Rp. 210 per lembar saham. Agung Pambudhy/Detikcom.
Ilustrasi/Foto: agung pambudhy
Jakarta -

Ant Group, perusahaan keuangan dan teknologi milik Jack Ma akan melakukan pencatatan saham perdana di pasar saham Shanghai dan Hong Kong sekaligus. Kabarnya rencana IPO ini akan menjadi rekor dunia baru yang terbesar, bahkan mengalahkan IPO Saudi Aramco.

Melansir CNN, Senin (26/10/2020) Ant sendiri merupakan permata mahkota dari kerajaan bisnis teknologi milik Jack Ma. Perusahaan ini terkenal dengan aplikasi Alipay-nya yang memiliki lebih dari 730 juta pengguna aktif bulanan.

IPO perusahaan ini dikabarkan akan melampaui nilai pencatatan saham Saudi Aramco sebesar US$ 29,4 miliar pada Desember lalu.

Menurut sumber Reuters, total nilai pencatatan saham Ant di dua pasar modal sekaligus bisa mencapai US$ 35 miliar.

Tentu, IPO Ant akan menjadi sangat berarti bagi pemerintah China yang ingin lebih banyak investor dunia menempatkan uang di negaranya serta. Aksi korporasi ini juga menjawab keinginan pemerintah China yang ingin lebih banyak perusahaan teknologi mencatatkan sahamnya di pasar modal.

"Pemerintah China sangat senang menjadi tuan rumah juara nasional di salah satu pasar modal utama di dalam negeri pada saat banyak perusahaan China menghadapi permasalahan politik yang lebih besar di luar negeri," kata Xiaomeng Lu, analis senior geoteknologi di Eurasia Group.

Misalnya AS yang mengancam melakukan pembatasan ruang gerak bagi bisnis perusahaan teknologi asal China di negaranya. Seperti TikTok dan WeChat. Kemudian di Wall Street, pasar saham AS, perusahaan China juga mendapatkan pengawasan ekstra dari otoritas setempat.

Dalam lingkungan seperti itu, tentu Ant memiliki alasan yang kuat dengan memilih melakukan IPO di pasar saham negaranya sendiri. Seharusnya dalam jangka panjang itu akan menguntungkan negaranya.

Keputusan Ant untuk memilih Pasar STAR Shanghai dan pasar modal Hong Kong, akan memberikan dorongan besar dalam legitimasi dan nilai. IPO dalam nilai yang besar akan mendorong kapitalisasi pasar di Bursa Efek Shanghai.

(das/eds)