Pendapatan Apple Naik 1%, Tapi Sahamnya Merosot 5%

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 30 Okt 2020 17:07 WIB
Raksasa teknologi Apple mencatatkan rekor baru. Perusahaan asal Cupertino, AS, itu kini memiliki valuasi sebesar US$ 2 triliun atau sekitar Rp 29.400 triliun (kurs Rp 14.700).
Foto: Getty Images
Jakarta -

Apple baru saja melaporkan kinerja keuangannya. Di kuartal III, Apple mencatat pendapatan sebesar Rp US$ 64,7 miliar atau sekitar Rp 944 triliun (dalam kurs Rp 14.600).

Melansir CNN, Jumat (30/10/2020) jumlah itu naik 1% dari periode yang sama tahun lalu. Jumlah itu berada di atas US$ 1 miliar dari perkiraan para analis.

Apple sendiri membukukan laba US$ 0,73 per saham, lebih besar dibandingkan dengan yang diproyeksikan analis, US$ 0,70.

Meskipun hasil yang baik diterima dalam kinerja perusahaan, saham Apple justru turun lebih dari 5% dalam perdagangan di hari Kamis. Investor mungkin kecewa dengan perlambatan pertumbuhan penjualan dari kuartal terakhir.

Mereka mungkin juga telah mencatat bahwa penjualan iPhone menurun 20% selama kuartal September dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

CEO Apple Tim Cook mengatakan bahwa penjualan di pasar China, dipengaruhi oleh kurangnya iPhone baru selama kuartal September. Penjualan di China turun hampir 29% selama tiga bulan. Namun, Cook mengatakan bisnis di China meningkat selama kuartal ini.

"Kami yakin bahwa kami akan tumbuh kuartal ini di China. Kami sangat optimis tentang apa yang terjadi di sana," kata Cook.

Pandemi juga tampaknya masih menguntungkan area bisnis Apple lainnya. Pendapatan dari segmen jasanya tumbuh lebih dari 16% dari kuartal yang sama tahun lalu, menjadi US$ 14,5 miliar. Begitu juga penjualan dari Mac tumbuh 29% menjadi US$ 9 miliar.

(dna/dna)