Bursa Jepang Cetak Rekor Tertinggi dalam 29 Tahun, Kok Bisa?

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 11 Nov 2020 22:15 WIB
Imbas Virus Corona yang merebak dan menelan ratusan korban jiwa kini mulai menggoyang ekonomi China dan beberapa negara di Asia seperti Jepang. Pasar saham China pun ambruk sejak pembukaan perdagangan.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Saham Nikkei Jepang ditutup pada harga tertinggi pada Rabu waktu setempat. Harga saham Nikkei Jepang bahkan mencetak rekor baru setelah 29 tahun. Penyebabnya adalah investor tetap berharap pengembangan vaksin yang berdampak pada pemulihan ekonomi global yang cepat.

Melansir Reuters, Rabu (11/11/2020), rata-rata harga saham Nikkei Jepang ditutup 1,78% lebih tinggi pada 25.349,60 atau berada di level tertinggi sejak Juni 1991.

Rekor ini terjadi seiring dengan optimisme produsen obat AS Pfizer mengatakan bahwa hasil uji coba vaksin COVID-19 menunjukkan eksperimental lebih dari 90% efektif.


Saham berjangka AS naik tipis di perdagangan Asia, sementara pendapatan perusahaan yang optimis juga menjadi penarik bagi pasar.

Sektor keuangan mengungguli karena diuntungkan lompatan imbal hasil Treasury AS dengan perusahaan asuransi dan bank masing-masing naik 3,06% dan 2,72%.

Sementara itu, ANA Holding dan Japan Airlines masing-masing melonjak sekitar 17%. Penyedia layanan internet DeNA adalah salah satu peraih persentase terbesar dalam indeks, yaitu melonjak lebih dari 12%.

Bank-bank regional menguat setelah Bank of Japan mengumumkan skema pemberian insentif kepada pemberi pinjaman dan mengkonsolidasikan dan membantu merevitalisasi ekonomi regional.

(hek/dna)