Investor Jual-jualin Rupiah, Ada Apa Ya?

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 12 Nov 2020 10:47 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih berada di level Rp 14.100. Dolar AS sempat tersungkur dari level Rp 14.500an hingga ke Rp 14.119 pada Sabtu pekan lalu.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah di perdagangan pasar spot. Investor ramai-ramai melepas mata uang Garuda ini. Ada apa ya?

Mengutip CNBC Indonesia, Kamis (12/11/2020), harga US$ 1 setara dengan Rp 14.070 pada pembukaan pembukaan pasar spot. Sama persis dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya atau stagnan.

Namun tidak lama kemudian rupiah melemah. Pada pukul 09:06 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.100 di mana rupiah melemah 0,21%.

Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot dengan depresiasi 0,21% di hadapan dolar AS. Ini adalah koreksi perdana setelah penguatan selama enam hari perdagangan beruntun. Dalam enam hari itu, apresiasi rupiah mencapai nyaris 4%.

Sejak akhir Oktober hingga kemarin, rupiah masih menguat 3,79% secara point-to-point. Mata uang Tanah Air masih menjadi yang terbaik di Asia.



Oleh karena itu, godaan untuk menangguk cuan memang sangat besar. Pelaku pasar sudah 'menang banyak' dari rupiah, sayang kalau tidak segera dicairkan. Tekanan jual masih menerpa rupiah sehingga nilai tukarnya bergerak melemah.

Faktor eksternal juga berperan dalam pelemahan rupiah, lihat selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2