Tips Berburu Saham di Tengah Pandemi Biar Nggak Zonk

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 23 Nov 2020 08:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Investasi saham di pasar modal tentu menjanjikan keuntungan yang berlimpah. Namun seiring dengan prospek keuntungan dari investasi tentu ada risiko yang mengintai.

Berinvestasi di saham selain mendapat keuntungan dari capital gain atau meningkatnya nilai saham, investor pasar modal juga bisa mendapatkan keuntungan dari pembagian dividen.

Namun perlu diketahui, saham merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko yang tinggi. Apa lagi di saat ekonomi tengah bergejolak seperti di masa pandemi saat ini.

Di dalam investasi saham, seseorang bisa mengalami risiko kerugian yang disebut capital loss. Oleh karena itu, di dalam berinvestasi saham, terutama bagi para pemula, perlu dipahami terlebih dahulu perihal risiko tersebut dan perlu mengenal dua cara menganalisis suatu saham yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal.

Analisis fundamental pada umumnya lebih menekankan analisis terhadap kinerja suatu perusahaan. Kita menganalisis hal-hal yang dapat menggerakan harga saham seperti kebijakan makro, kebijakan mikro, laporan keuangan, potensi industri, dan tingkat persaingan usaha serta model bisnis perusahaan kedepannya.

Di dalam analisis fundamental dikenal akan adanya pendekatan top down analysis. Top down analysis melihat gambaran besar terlebih dahulu soal perusahaan yang sahamnya akan kita bel. Melalui pendekatan ini, seorang investor dapat mengetahui, apakah kondisi suatu perusahaan secara umum baik, dan apakah segala komponen dari perusahaan itu bisa dianggap baik pula atau sebaliknya.

Lifepal.co.id memberikan ulasan mengenai 4 hal pada pendekatan top down analysis dalam melakukan analisis fundamental, berikut penjelasannya:

1. Analisis Makro Ekonomi

Analisis makro ekonomi mencakup analisis terhadap kondisi perekonomian secara umum (dunia dan Indonesia) pada saat ini dan pengaruhnya di waktu yang akan datang.

Penting untuk diperhatikan dalam analisis makroekonomi ini apakah kondisi ekonomi memang sedang tumbuh atau malah sedang menurun. Hal ini penting karena kondisi ekonomi suatu negara yang sedang tumbuh biasanya sejalan beriringan dengan pasar saham yang sedang bullish atau meningkat.

Selanjutnya
Halaman
1 2