Matahari Tutup 6 Gerai Besar, Kinerja Keuangannya Ternyata Babak Belur

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 14:54 WIB
Dua hari lagi jelang penutupan, barang dagangan nyaris ludes. Barang yang nyaris ludes adalah aksesoris wanita, make up hingga sepatu dan sandal.
Matahari Department Store/Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta -

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan kembali menutup 6 gerainya. Total jaringan Matahari pun akan berkurang dari 153 gerai menjadi 147 gerai di akhir 2020.

Jika dilihat dari kinerja keuangannya, perusahaan ini memang sedang babak belur. Dalam periode Januari-September 2020 perusahaan mengalami kerugian hingga Rp 617 miliar.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, catatan kinerja keuangan itu anjlok hingga 152% dari yang sebelumnya untung hingga Rp 1,18 triliun.

Matahari Department Store juga hanya bisa mengantongi penjualan kotor sepanjang 9 bulan pertama tahun ini sebesar Rp 5,8 triliun. Angka itu turun 57,6% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 13,8 triliun.

Pendapatan bersihnya pun demikian merosot 57,5% menjadi Rp 3,3 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sebelumnya diberitakan dari 6 gerai Matahari yang akan ditutup 4 berada di Jawa, 1 di Bali, dan 1 di Sulawesi. Perusahaan pun memutuskan untuk tidak menambah gerai pada kuartal IV-2020 dan kuartal I-2021.

Dari 147 toko yang masih dipertahankan, 23 di antaranya sedang dalam pantauan untuk peningkatan kinerja. Toko-toko yang tidak disebutkan ada di mana saja itu sedang dipantau, ditinjau, dan didiskusikan. Perusahaan juga melangsungkan negosiasi dengan pemilik gedung mengenai biaya sewa gerai agar bisa lebih murah.

Manajemen Matahari Department Store juga sedang mencari peluang membuka toko secara selektif, merenovasi toko yang ada untuk mendorong produktivitas. Pihaknya juga perlu berinvestasi untuk menggantikan infrastruktur yang sudah tua.

(das/ara)