Cadangan Devisa RI Turun ke US$ 133,6 M, Kenapa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 07 Des 2020 10:34 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah akhirnya tembus ke level Rp 15.000. Ini adalah pertama kalinya dolar AS menyentuh level tersebut pada tahun ini.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa sebesar US$ 133,6 miliar pada akhir November 2020. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan angka ini relatif sama dibandingkan periode Oktober 2020 sebesar US$ 133,7 miliar.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,9 bulan impor atau 9,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata dia dalam siaran pers, Senin (7/12/2020).

Dia mengungkapkan BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Perkembangan posisi cadangan devisa pada November 2020 terutama dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, penerimaan pajak dan devisa migas, serta pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi," ujarnya.

(kil/ara)