Saham Apple dan Facebook Melonjak, Wall Street Cetak Rekor

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 08 Des 2020 09:19 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Ilustrasi/Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Indeks saham di bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street mengakhiri perdagangan dengan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi.

Melansir Reuters, Selasa (8/12/2020), indeks Dow Jones Industrial Average turun 148,47 poin atau 0,49% menjadi 30.069,79, S&P 500 kehilangan 7,16 poin atau 0,19% menjadi 3.691,96, dan Nasdaq Composite bertambah 55,71 poin atau 0,45% menjadi 12.519,95.

Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi pada hari Senin setelah investor pindah ke saham mega-kapitalisasi, bahkan ketika babak baru pembatasan COVID-19 menggarisbawahi dampak ekonomi berkelanjutan dari pandemi di Amerika Serikat.

Indeks tersebut mencatatkan rekor tertinggi disebabkan beberapa konstituen terbesarnya, termasuk Apple dan Facebook Inc, nilai sahamnya melonjak. Namun, penurunan pada saham Alphabet dan Microsoft membuat kenaikan Nasdaq tetap terkendali.

Sementara itu, saham energi menjadi beban S&P 500 karena berkinerja terburuk di antara 11 sektor utama, turun 2,44% karena harga minyak merosot.

Saham Intel Corp turun 3,43% juga menjadi hambatan terbesar pada indeks S&P 500 setelah Bloomberg News melaporkan Apple merencanakan serangkaian prosesor Mac baru untuk diperkenalkan pada awal 2021 yang bertujuan untuk mengungguli prosesor tercepat Intel.

(toy/eds)