Hari Kejepit, Pasar Saham Flat
Senin, 30 Jan 2006 09:45 WIB
Jakarta - Pergerakan saham di lantai Buras Efek Jakarta (BEJ) pada awal pekan ini diprediksi akan flat. Investor lebih banyak melakukan wait and see, karena Selasa besok transaksi bursa libur lagi.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan variatif dengan pergerakan yang terbatas. Pasalnya, pasar saham pada Senin ini (30/1/2006) adalah hari kejepit, sehingga transaksi berjalan relatif sepi.Pelaku pasar tengah mengantisipasi rencana kenaikan suku bunga The Fed pada 30 Januari, selain menunggu kepastian kenaikan tarif dasar listrik (TDL).Namun sentimen positif dari turunnya harga minyak dunia dan penguatan rupiah bisa menjadi penopang pergerakan indeks untuk bertahan di teritori positif. Pada Jumat pekan lalu (27/1/2006), IHSG naik 3,056 poin pada level 1.229,709. Kenaikan ini didukung oleh aksi beli selektif saham telekomunikasi dan perbankan.Sementara pada pembukaan pasar Senin pagi pukul 09.42 JATS, IHSG sudah terkoreksi 1,039 poin pada level 1.228,670. Berikut rekomendasi saham yang diterima detikcom dari perusahaan sekuritas.Bhakti Securities Indeks pada awal pekan ini diperkirakan akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Masa liburan tahun baru China dan Islam menjadikan transaksi berjalan relatif sepi dibandingkan hari-hari sebelumnya. Indeks akan bergerak dalam kisaran 1.220 - 1.238. BNI SecuritiesAntisipasi hasil meeting Federal Open Market Committee (FOMC) pada akhir Januari, serta tutupnya beberapa bursa Asia menyusul libur Lunar Year diperkirakan akan membuat indeks cenderung bergerak sideways. Kisaran pergerakan indeks diproyeksikan berada pada kisaran 1.222-1.241.
(ir/)











































