Remote Trading BEJ Molor Lagi

Remote Trading BEJ Molor Lagi

- detikFinance
Senin, 30 Jan 2006 18:15 WIB
Jakarta - Untuk kesekiankalinya sistem perdagangan jarak jauh (remote trading) Bursa Efek Jakarta (BEJ) tertunda. Rencana implementasi akhir bulan ini pun jadi gagal lagi. Otiritas bursa memperkirakan remote trading baru akan rampung Maret mendatang. Pasalnya, walaupun mayoritas anggota bursa (AB) sudah siap, BEJ masih menemui hambatan teknis. "Hambatannya karena kita harus memasukkan kabel fiber optic ke gedung untuk broadband, masalahnya dengan pengelola gedung. Kalau AB sudah siap, tinggal faktor eksternal yang sulit kita prediksi," kata Direktur Perdagangan dan Keanggotaan BEJ MS Sembiring di Gedung BEJ, Senin (30/1/2006). Saat ini sudah ada 68 AB yang mengaplikasikan remote trading dari total 119 AB yang aktif. Sedangkan 38 AB dalam proses penyelesaian remote trading gelombang keenam dan 3 lagi melalui Automatic Service Provider (ASP). "Sebagian gelombang keenam sudah diuji, hasilnya bagus. Rencananya kita akan melakukan pengujian lagi Sabtu depan 4 Februari," jelas Sembiring. Sebelumnya, BEJ merencanakan remote trading sudah bisa diaplikasikan pada akhir tahun 2005. Namun, karena belum semua AB menyelesaikan sistem tersebut rencana realisasinya diundur menjadi akhir Januari 2005. Jika remote trading sudah direalisasikan ada kemungkinan BEJ akan menghapus lantai bursa. Karena mahalnya penyediaan fasilitas perdagangan saham di lantai bursa yang mencapai Rp 8 miliar per tahun. Melalui remote trading BEJ berharap ada penghematan biaya yang signifikan. Namun penghapusan lantai bursa ini juga masih dilematis karena banyak masyarakat yang belum mengerti seperti apa transaksi saham itu. Dengan adanya lantai bursa, setidaknya bisa menunjukkan bagaimana transaksi saham berlangsung. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads