Seputar Indosat dan Tri yang Dikabarkan Mau Merger

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 23 Des 2020 06:30 WIB
Indosat Ooredoo
Foto: Indosat Ooredoo
Jakarta -

Indosat dan Tri dikabarkan mau merger. Perusahaan global CK Hutchison Holdings Ltd Hong Kong, yang memiliki Tri Indonesia dikabarkan sedang mendekati kesepakatan dengan QPSC Ooredoo Qatar.

"CK Hutch sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi Indonesia dengan PT Indosat," kata sumber Bloomberg seperti dikutip Selasa (22/12/2020).

Pengumuman terkait aksi korporasi disebut bisa datang secepatnya minggu ini. Sementara, struktur pasti setiap kesepakatan belum terselesaikan.

Ooredoo sendiri menggenggam sekitar 65% saham Indosat. Sementara, di Indonesia Hutchison memiliki Tri yang dikelola PT Hutchison 3 Indonesia. Kesepakatan ini akan melibatkan penawaran tunai dan saham.

"Kedua perusahaan ditetapkan untuk menjadi pemegang saham signifikan dalam entitas gabungan," kata sumber lebih lanjut.

Kabar itu membuat harga saham Indosat langsung merosot. Dikutip dari data perdagangan RTI, pada pukul 11.12 JATS kemarin, saham ISAT turun 275 poin atau 5% ke level Rp 5.225 per lembar saham. Pada penutupan sebelumnya, saham ISAT tercatat ditutup pada level Rp 5.500.

Saham ISAT sendiri kemarin dibuka pada level Rp 5.625 per lembar saham. Nilai transaksi saham ISAT berada di angka Rp 186,49 miliar dan volume perdagangan 33,16 juta lembar saham.

Baik perwakilan dari CK Hutch dan Ooredoo belum memberikan tanggapan atas hal tersebut. detikcom sudah mencoba menghubungi pihak Indosat maupun Tri, namun hingga berita ini ditulis keduanya belum menjawab.

Apa kata pengamat terkait kabar merger Indosat dan Tri? Klik halaman selanjutnya.