Serangan Corona Bikin IHSG Jungkir Balik, Pasar Modal Bisa Apa?

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 25 Des 2020 07:35 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Dirut BEI Inarno Djajadi (idxchannel)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah menjangkiti pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuat terkapar. Namun kini pasar modal Indonesia telah pulih.

Direktur Utama BEI Inarno Djayadi menjelaskan, kejatuhan pasar modal dimulai sejak Februari 2020. Saat itu WHO juga mengumumkan bahwa COVID-19 telah menjadi pandemi global.

Saat itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai berada dalam zona merah. Pada awal tahun IHSG masih mejeng di level 6.200-an, tapi di Februari sudah turun ke 5.900-an.

"Lalu pada 2 Maret Pak Jokowi menyatakan bahwa ada yang kena COVID-19 di Indonesia. Dari sejak itu memang pasar meresponsnya sangat negatif dan mencapai titik yang terendahnya di 24 Maret indeks sudah di bawah 4.000. Jadi luar biasa turunnya itu sekitar 37% dari awal tahun 2020," ucapnya saat berbincang dengan detikcom.

IHSG tercatat jatuh hingga 37% dari posisi awal tahun 6.283 ke posisi 3.973 di 24 Maret 2020. Penurunan terbesar terjadi kurang dari 1 bulan pada Maret 2020. Saat itu Indonesia mengakui bahwa sudah ada kasus positif COVID-19.

Inarno Djayadi mengakui kondisi itu jauh lebih genting bahkan jika dibandingkan dengan kondisi krisis pasar keuangan di 2008. Memang saat itu IHSG tercatat turun hingga lebih dari 50%. Tapi penurunannya dalam jangka waktu yang relatif panjang.

"Jadi bedanya satu, kalau di 2008 lebih lama proses penurunan IHSG, kalau pandemi ini itu cepat sekali, dalam waktu 1 bulan cepat sekali dropnya dan pada waktu yang sama semua menjual," terangnya.

Mayoritas pelaku pasar melakukan aksi jual. Hal itu menunjukkan betapa paniknya kondisi pasar saat itu. Lalu apa yang dilakukan BEI dalam situasi genting saat itu? Klik halaman selanjutnya.