Inco Minta Perpanjangan Izin Bendungan Karebbe 40 Tahun
Kamis, 02 Feb 2006 11:58 WIB
Jakarta - PT International Nickel Indonesia (INCO) Tbk meminta pemerintah agar memperpanjang izin penggunaan lahan untuk Bendungan Karebbe di Sungai Larona, Sulawesi Selatan selama 40-50 tahun. Saat ini izin yang dikantongi Inco hanya sampai 5 tahun, sedangkan perseroan menilai izin minimal yang harus dimiliki untuk mencapai titik impas atau break even point (BEP) antara 25-30 tahun."Kalau bisa kita minta izinnya 40-50 tahun, sebab minimalnya untuk BEP itu baru dicapai 25-30 tahun," kata S Kuncoro, Direktur Corporate External Relations Inco, usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Kamis (2/2/2006). Total investasi pembangunan Bendungan Karebbe sebesar US$ 280 juta dan khusus untuk bendungan mencapai US$ 180 juta. Dana tersebut berasal dari pinjaman dan internal perusahaan. Untuk pembangunannya saja, jelas Kuncoro, memakan waktu 3 tahun, sehingga jika izin yang diberikan hanya lima tahun tidak cukup, apalagi untuk pengembalian pinjaman."Kita masih akan bernegosiasi dengan Menteri Keuangan untuk minta perpanjangan izin," ujar Kuncoro.Bendungan ini rencananya akan dibangun untuk menjamin pasokan energi yang relatif lebih murah. Pembangunan proyek ini juga seiring dengan target Inco pada tahun 2009 untuk mencapai produksi nikel 200 juta pon."Tapi belum jalannya proyek ini, kita prediksi tidak akan mengganggu target produksi 200 juta pon tersebut, tahun 2005 saja target produksi nikel yang sebesar 160 juta pon bisa diatasnya," katanya.Pertumbuhan permintaan nikel dunia tahun ini diperkirakan naik 3-4 persen, seiring dengan meningkatnya produksi stainles steel sebesar 6-7 persen.
(ir/)











































